Tekanan Meningkat agar Serie A Batalkan Laga Milan vs Como di Australia Setelah Keputusan La Liga
Jumat, 24 Okt 2025, 09:16 WIBSYDNEY â Tekanan terhadap Serie A Italia untuk membatalkan rencana menggelar pertandingan resmi di luar negeri semakin besar, menyusul keputusan La Liga Spanyol yang membatalkan rencana serupa. Kelompok pendukung suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE), menyerukan agar Serie A âmelakukan hal yang benarâ dengan membatalkan rencana laga antara AC Milan dan Como di kota Perth, Australia, yang dijadwalkan berlangsung awal tahun depan.
Sebelumnya, La Liga menuai kecaman keras dari para pemain dan penggemar di Spanyol setelah mengumumkan rencana menggelar laga Villarreal vs Barcelona di Amerika Serikat. Setelah protes besar-besaran, otoritas La Liga akhirnya membatalkan rencana itu pada hari Rabu (22/10).
âIni kemenangan besar bagi sepak bola Eropa dan bagi siapa pun yang percaya bahwa sepak bola seharusnya tetap berada di tengah-tengah komunitasnya,â ujar FSE dalam pernyataannya pada hari Kamis(23/10). âKini saatnya Serie A juga membatalkan rencananya.â
FSE menilai, jika Serie A tetap bersikeras, langkah itu akan menjadi âtindakan yang merusak reputasi liga dan sepak bola Italia sendiri.â
âPosisi pemain dan pendukung di Italia sangat jelas,melanjutkan ide yang gagal ini sama saja dengan merusak diri sendiri. Sepak bola tidak seharusnya dimainkan 15.000 kilometer dari rumahnya,â tulis organisasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Serie A belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar yang disampaikan di luar jam kerja.
Pertandingan antara Milan dan Como di Perth Stadium itu sebelumnya telah memperoleh âizin dengan berat hatiâ dari UEFA, karena stadion kandang Milan, San Siro, tidak dapat digunakan akibat persiapan Olimpiade Musim Dingin MilanoâCortina 2026.
Namun, pelaksanaan laga tersebut tetap menunggu persetujuan resmi dari Football Australia, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan FIFA sebagai badan sepak bola dunia.
Jika disetujui, laga ini akan menjadi pertandingan resmi Serie A pertama yang digelar di luar Italia, berbeda dengan laga-laga pramusim yang kerap dimainkan di berbagai negara.
Rencana tersebut telah menuai kritik dari sejumlah pemain, termasuk Adrien Rabiot, gelandang Prancis milik Milan, yang menyebut gagasan bermain di Australia sebagai sesuatu yang âgilaâ dan âabsurdâ.
Namun, pernyataan Rabiot itu langsung ditepis oleh CEO Serie A Luigi De Siervo, yang menegaskan para pemain âharus menghormati klub dan pendapatan yang mereka terima.â
âNFL dan NBA sudah lama memainkan pertandingan di luar Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi global. Kami percaya sepak bola juga harus mengikutinya dengan aturan yang tepat, agar tidak kalah bersaing dengan olahraga lain,â ujar De Siervo.
Sementara itu, pemerintah negara bagian Australia Barat mengaku tetap yakin laga tersebut akan terlaksana sesuai rencana, meski mendapat penolakan luas di Eropa.
âKami menerima sejumlah komentar positif dari pihak liga Italia, jadi kami sangat percaya diri,â kata Menteri Olahraga Australia Barat Rita Saffioti kepada stasiun ABC.
âKami hanya menunggu persetujuan dari AFC. Setiap sepuluh menit saya memeriksa ponsel saya untuk memastikan kabarnya,seharusnya keluar dalam beberapa hari ke depan,â ujarnya.
Jika pertandingan ini benar-benar digelar, Serie A akan menjadi liga Eropa pertama yang memindahkan laga kompetitif antar-klub ke luar benua, langkah yang bisa membuka jalan bagi model âglobalisasi sepak bolaâ yang selama ini masih menuai perdebatan sengit di kalangan pemain, suporter, dan otoritas olahraga.
- Liga Serie A
- Como
- AC Milan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Liburan Maut, 15 Turis India Tewas Saat Kapal Wisata Terbalik di Vietnam
-
AS–Iran Kembali Saling Serang di Tengah Eskalasi Ketegangan
-
Manchester United vs AC Milan: Reuni Amorim Jadi Sorotan di Laga Terakhir Pramusim
-
Susunan Pemain Belgia vs Senegal: Duel Jeremy Doku vs Sadio Mane di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Festival Lamaholot Diandalkan Angkat Wisata NTT, ASITA Soroti Dampak Jangka Panjang
-
Gapasdap Usul Kenaikan Tarif Penyeberangan NTB 13 Persen, Ini Tanggapan Dishub
-
Mantan Penguasa Qatar, Hamad bin Khalifa Al Thani, Wafat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.