Pakar Energi Tegas: Transportasi Massal Kunci Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

Jumat, 24 Okt 2025, 00:00 WIB

BANDARLAMPUNG – Upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui pengembangan dan penggunaan transportasi massal merupakan langkah strategis untuk menekan ketergantungan energi fosil sekaligus menurunkan emisi karbon. Transportasi massal yang efisien mampu mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan, menekan kemacetan, serta menghemat penggunaan BBM secara signifikan.

Selain berdampak positif bagi lingkungan, kebijakan ini juga berpotensi memperbaiki struktur subsidi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, keberhasilannya bergantung pada konsistensi pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, terjangkau, dan tepat waktu.

Ket. Foto: Kebutuhan Energi - Pemerintah Harus Serius Kembangkan Transportasi Umum Tekan Pemborosan BBM — Sumber: antara

Pakar Energi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung Rishal Asri mengatakan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di daerah dapat dilakukan dengan memanfaatkan secara maksimal transportasi massal di wilayahnya.

"Bila berbicara tentang energi salah satu yang menjadi fokus adalah mengenai bahan bakar minyak, dan ini tidak jauh dari penggunaan transportasi. Di Indonesia itu 50 persen energi habis di penggunaan transportasi terutama kendaraan roda dua," ujar Rishal Asri di Bandarlampung, Kamis (23/10).

Dia mengatakan dalam rangka mengurangi konsumsi atas bahan bakar minyak, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan seperti kebijakan satu pintu impor minyak mentah, dan kebijakan pencampuran etanol 10 persen.

"Sebenarnya untuk mengurangi kebutuhan energi terutama bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan memperbanyak menggunakan transportasi massal. Seperti di Kota Bandarlampung dapat kembali mengaktifkan bus rapid trans (BRT), sehingga penggunaan kendaraan khususnya roda dua bisa dikurangi," katanya.

Kontribusi Daerah

Dia mengatakan daerah dapat berkontribusi dalam pengurangan konsumsi hingga mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak fosil, dengan kembali mengaktifkan transportasi massal bagi masyarakat.

"Seandainya transportasi publik kita sudah memadai bisa mengakomodir semua kebutuhan, kebutuhan energi untuk minyak itu bisa dikurangi. Dan itu bisa dilakukan pertama dimulai dari daerah," ujar dia.

Menurut dia, selain itu untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak, dapat pula diperluas dalam penggunaan kendaraan listrik. Namun harus diperkuat dengan mempersiapkan infrastruktur dengan memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, menjamin keamanan pengguna kendaraan listrik, dan keterjangkauan harga kendaraan listrik.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan rata-rata penjualan harian Pertalite turun 5,1 persen dari 81.106 kiloliter (KL) pada 2024 menjadi 76.970 KL pada 2025. Sebaliknya, penjualan BBM nonsubsidi naik 19,21 persen dari 19.061 KL menjadi 22.723 KL pada periode sama.

Perubahan pola konsumsi ini membawa dampak positif terhadap beban subsidi energi. Proyeksi kompensasi Pertalite yang pada 2024 mencapai Rp48,9 triliun diperkirakan turun menjadi Rp36,3 triliun tahun ini, atau terjadi efisiensi sebesar Rp12,6 triliun.

Dari sisi pangsa pasar, bensin nonsubsidi naik dari 11 persen pada 2024 menjadi 15 persen hingga Juli 2025. Estimasi penjualan tahun ini mencapai 7 juta KL, atau bertambah 0,8 juta KL dibanding tahun lalu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.