Rupiah Hari Ini Melemah, Analis Bongkar Penyebabnya
Kamis, 23 Okt 2025, 17:37 WIBJAKARTA â Pelemahan nilai tukar Rupiah belakangan ini dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan.
Kebijakan ini mencerminkan sikap hati-hati BI dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal dan ketidakpastian global.
Namun, di sisi lain, keputusan tersebut membuat selisih imbal hasil dengan negara lain menyempit, sehingga aliran modal asing berpotensi keluar dari pasar domestik.
Dampaknya, rupiah mengalami tekanan, meski BI tetap menegaskan fokusnya pada stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi jangka menengah.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/10) sore melemah sebesar 44 poin atau 0,27 persen menjadi Rp16.629 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada hari ini justru melemah di level Rp16.645 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.617 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi dampak dari Bank Indonesia yang menahan suku bunga.
âPelaku pasar asing masih dalam tren jual obligasi negara, dampak dari bunga acuan BI yang ditahan tidak turun,â ujar dia.
Menurut dia, tren obligasi negara yang bullish masih diminati oleh pelaku asing karena spread bunga tetap kompetitif.
Di sisi lain, suku bunga BI yang tidak berubah memberikan dampak terhadap penjualan obligasi, terutama tenor lima tahun. âNamun, hanya sesaat pelaku asing kembali mengoleksinya, sehingga yield naik tipis,â kata Rully.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Oktober 2025 yang berlangsung pada Selasa (21/10), dan Rabu ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen.
Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 3,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 5,5 persen.
Rully menilai keputusan BI menahan suku bunga disebabkan adanya tekanan dari eksternal terhadap rupiah masih tinggi di tengah ketidakpastian perang tarif AS-Tiongkok.
Selain itu, shutdown pemerintah AS yang sudah berjalan mendekati satu bulan berakibat pada minimnya rilis data ekonomi, sehingga sulit bagi The Fed mengambil keputusan mengenai suku bunga.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DKI Jakarta Perluas Layanan Disabilitas, 4.324 Orang Terserap Kerja
-
Wakil Panglima TNI Pimpin Ziarah Nasional HUT Ke-81 TNI, Teladani Semangat Juang Para Pahlawan.
-
Bukan Cuma Dibuang, Limbah Makanan Bergizi Gratis Disulap Jadi Produk Berharga di Manado
-
Iran Usulkan Rencana untuk Membuka Kembali Selat Hormuz dalam 7 Hari
-
Gerak Cepat Hadapi Karhutla! Pemprov Kaltim Integrasikan Ribuan Personel
-
Pemkab Malinau Cari Terobosan Atasi Kekurangan Guru di Wilayah Terpencil.
-
Jonet Perkuat Komunikasi dan Peringatan Dini Bencana di Yogyakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.