Kontribusi Pertamina Dukung Swasembada Energi bagi Indonesia
Rabu, 22 Okt 2025, 09:32 WIBJAKARTA - PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pasokan minyak dan gas, guna memastikan tercapainya target ketahanan dan swasembada energi sesuai visi Asta Cita Pemerintah.Â
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, pada acara Peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.Â
"Pertamina memiliki tugas untuk memastikan ketahanan, keterjangkauan dan keberlanjutan energi. Tidak hanya menjadi entitas bisnis atau entitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah kepada Pemegang Saham untuk menjaga profitabilitas, tetapi Pertamina punya tugas sebagai agen pembangunan (agent of development),â ujar Simon.Â
Pada sisi hulu migas, Simon menjelaskan, berbagai upaya dilakukan Pertamina untuk mendorong kenaikan produksi migas di lapangan-lapangan Pertamina. Di antaranya, melakukan pemanfaatan teknologi terkini, serta inisiatif dan intervensi terhadap sumur-sumur eksplorasi untuk menambah balance dan juga produksi energi.
Simon menambahkan, pada tahun 2029, Pertamina bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak dan Gas Bumi memiliki target untuk mencapai produksi minyak bumi hingga 1 juta barrel per hari, pada tahun 2029. Pertamina berkomitmen meningkatkan eksplorasi dan produksi, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Hingga kini, baru sekitar 65 cekungan eksplorasi dan 20 cekungan produksi yang sudah dimanfaatkan di Indonesia, dari sekitar 120 cekungan yang ada.Â
"Indonesia masih menyimpan banyak potensi migas. Saat ini sebagian besar migas berasal dari Indonesia bagian timur dan sudah masuk ke deep water (laut dalam), dengan demikian dibutuhkan investasi, teknologi ataupun kemitraan dengan perusahaan migas lainnya," tambah Simon.
Mengoptimalkan sumber daya untuk pencapaian ketahanan energi, Pertamina menerapkan strategi pertumbuhan ganda (Dual Growth Strategy), yakni memaksimalkan bisnis eksisting Pertamina, serta mendorong energi hijau sebagai energi baru untuk masa depan.Â
Simon menambahkan, dalam berbisnis Pertamina tidak hanya berorientasi pada laba. Kinerja keuangan positif Pertamina turut dikontribusikan ke negara, dalam bentuk pajak, dividen dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hingga Juni 2025, kontribusi Pertamina kepada keuangan negara mencapai Rp 225 triliun.Â
Â
âPertamina adalah instrumen strategis untuk pembangunan nasional,â ungkapnya.Â
Simon menambahkan, untuk mengoptimalkan perannya dalam Asta Cita, Pertamina akan terus melakukan perbaikan serta inisiatif untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
- minyak dan gas (migas)
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
Berita Terkait:
-
Buru Cadangan Migas Baru, PHE Mulai Eksplorasi Sumur Tingkilan-001 di Kaltara
-
City Belum Menyerah, Masih Mau Mengejar Juara
-
Kebakaran Besar Pemukiman Padat Kemayoran Hanguskan 8 RT
-
Rampungkan Streamlining 31 Entitas, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi, Tata Kelola dan Pelayanan Publik
-
Produk Kriya Lokal Dibidik Naik Kelas, Dekranas Perluas Jangkauan Pasar
-
Empat Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat
-
Festival Depok Heritage 2026 Digelar 27-28 Juni, Parade Budaya hingga Tembang Kenangan Siap Meriahkan Depok Lama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.