- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wow! Jejak Meteorit Langka...
Wow! Jejak Meteorit Langka Ditemukan pada Sampel Bulan
Selasa, 21 Okt 2025, 20:29 WIBGUANGZHOU - Tim ilmuwan, yang mempelajari sampel Bulan yang dibawa kembali ke Bumi oleh misi Chang'e-6 Tiongkok, mengidentifikasi jejak meteorit langka yang dapat mengubah pemahaman kita tentang perpindahan massa di Tata Surya.
Penelitian yang telah diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini dipimpin oleh tim peneliti dari Institut Geokimia Guangzhou (Guangzhou Institute of Geochemistry/GIG) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS).
Kondrit (chondrite) CI sangat langka di Bumi dan jumlahnya kurang dari satu persen dari seluruh meteorit yang terkumpul. Berbeda dengan Bumi, Bulan hampir tidak memiliki atmosfer dan lempeng tektonik, yang berarti Bulan menyimpan catatan murni dari tumbukan asteroid purba, laksana sebuah "arsip alam".
Dengan menggunakan teknik canggih untuk memeriksa komposisi mineral dan isotop oksigen, para peneliti mengkaji tanah Bulan dan mengonfirmasi bahwa fragmen-fragmen tersebut berasal dari kondrit yang mirip CI, yaitu sejenis meteorit yang kaya air dan bahan organik yang biasanya berasal dari bagian luar (outer) Tata Surya.
Penelitian ini mengimplikasikan bahwa sistem Bumi-Bulan mungkin telah mengalami lebih banyak tumbukan dari kondrit karbon (carbonaceous chondrites) daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.
Temuan ini tidak hanya mengindikasikan bahwa materi dari Tata Surya bagian luar bisa bermigrasi ke Tata Surya bagian dalam (inner), tetapi juga memiliki implikasi penting untuk menjelaskan asal usul air di permukaan Bulan, kata Lin Mang, salah satu peneliti di GIG.
Penelitian ini juga memberikan arah baru untuk penelitian di masa depan tentang distribusi dan evolusi sumber daya air di Bulan, tambahnya.
Selain itu, penelitian ini secara sistematis menetapkan metode untuk mengidentifikasi material meteorit di dalam sampel luar angkasa.
Pada 2024, Chang'e-6 menorehkan sejarah dengan membawa 1.935,3 gram sampel sisi jauh Bulan kembali ke Bumi. Sampel-sampel ini dikumpulkan dari Cekungan Kutub Selatan-Aitken (South Pole-Aitken/SPA), yang merupakan cekungan terbesar, terdalam, dan tertua di Bulan. Ant/Xinhua
- NASA
- blood moon
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Drama Kejar-kejaran di Bireuen, Polisi Gagalkan Transaksi 1,5 Kg Sabu 'Bungkus Alpukat'
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
Wacana Pemotongan Gaji Menteri hingga 25 Persen Belum Jelas
-
Waspada! Peredaran Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu di Bogor, Polisi Bongkar Kasusnya!
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Garuda Indonesia Pastikan Kesiapan Haji 2026, Fokus Layanan Inklusif dan Ramah Lansia
-
Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.