Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zelenskyy Siap Gabung Pertemuan Trump dan Putin di Hungaria, Soroti Hubungan Tegang dengan Budapest

📅 Senin, 20 Okt 2025, 19:45 WIB | Oleh:
Zelenskyy Siap Gabung Pertemuan Trump dan Putin di Hungaria, Soroti Hubungan Tegang dengan Budapest Doc: AFP

JAKARTA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan dirinya siap menghadiri pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Hungaria jika mendapat undangan resmi. Ia menyebut siap hadir dalam format apa pun demi kepentingan diplomasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Trump dan Putin sebelumnya dikabarkan akan bertemu di Budapest dalam beberapa minggu mendatang, sebagai bagian dari upaya Trump menengahi kesepakatan damai antara Moskow dan Kiev. Pertemuan tersebut disebut menjadi langkah penting untuk mencari jalan keluar dari konflik yang dimulai sejak invasi Rusia pada tahun 2022.

“Jika saya diundang ke Budapest — jika undangannya berupa pertemuan bertiga atau diplomasi bolak-balik, Presiden Trump bertemu dengan Putin dan Presiden Trump bertemu dengan saya — maka dalam satu format atau lainnya, kami akan sepakat,” kata Zelenskyy kepada wartawan dalam konferensi pers yang dirilis Senin.

Namun, Zelenskyy mengkritik keras keputusan memilih Hungaria sebagai lokasi pertemuan, mengingat hubungan Kiev dan Budapest yang memburuk selama beberapa tahun terakhir. Ia menilai pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban terlalu berpihak pada Kremlin.

“Saya tidak percaya bahwa seorang perdana menteri yang memblokir Ukraina di mana pun dapat melakukan hal positif bagi rakyat Ukraina atau bahkan memberikan kontribusi yang berimbang,” ujarnya dengan nada tegas.

Pemerintah Ukraina sendiri menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam pertemuan tiga arah di negara netral lain seperti Türkiye, Swiss, atau Vatikan. Menurut Zelenskyy, pilihan lokasi yang lebih netral akan lebih menjamin keseimbangan dalam proses diplomasi perdamaian.

Pada tahun 1994, Budapest menjadi tempat penandatanganan memorandum penting yang menjamin keamanan Ukraina, Belarus, dan Kazakhstan setelah menyerahkan senjata nuklir era Soviet. “Skenario ‘Budapest’ lainnya juga tidak akan positif,” tambahnya, menyinggung sejarah kelam tersebut.

Sementara itu, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina dan Amerika Serikat sedang menyiapkan kontrak baru untuk pengadaan 25 sistem pertahanan udara Patriot. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk nyata dukungan Washington terhadap keamanan Kiev.

“Kami sedang mempersiapkan kontrak untuk 25 sistem Patriot. Saya yakin ini adalah kisah yang sangat bagus — tidak mudah, tetapi berjangka panjang,” ujar Zelenskyy, seraya menyebut bahwa permintaan tersebut datang langsung dari Angkatan Udara Ukraina.

Ia menjelaskan bahwa ada antrean produksi panjang untuk sistem pertahanan tersebut karena banyak negara telah menandatangani kontrak serupa. Namun, menurutnya, Gedung Putih dapat memprioritaskan Ukraina jika ada kemauan politik yang kuat.

“Gedung Putih dapat mengubah antrean jika ada kemauan politik. Kami memahami negara-negara Eropa mana yang dapat memberi kami prioritas dalam antrean. Ada lebih banyak hal positif dalam masalah ini — kami sedang berupaya untuk mendapatkan solusi yang diperlukan,” kata Zelenskyy.

Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy juga menyinggung isu kemungkinan pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk dari AS ke Ukraina. Ia mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat menghubungi Donald Trump pekan lalu karena menyoroti kebijakan baru tersebut.

Menurutnya, posisi Rusia terhadap penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donbas belum berubah, sementara Kiev tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan kedaulatan penuh. “Kami menjelaskan posisi kami secara tegas kepada Presiden Trump dalam pertemuan di Washington,” ujarnya.

Pada Agustus lalu, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah timur kepada Moskow sebagai imbalan atas gencatan senjata. Ia menyebut kompromi semacam itu hanya akan membuka peluang bagi Rusia untuk menyerang lagi di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.