Pertumbuhan UMKM Jadi Angin Segar bagi Pelaku Usaha Rental

Senin, 20 Okt 2025, 00:00 WIB

Pertumbuhan UMKM menjadi katalis baru bagi perkembangan kinerja sektor usaha di tanah air, termasuk industri rental.

JAKARTA – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusinya tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi di tengah gejolak global, tetapi juga menjadi sumber utama penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

Ket. Foto: DUKUNG UMKM - Konsumen mendapat penjelasan terkait kesiapan armada Daihatsu Gran Max yang akan disewa di Kantor Trac di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, akhir pekan lalu. Dalam 5 tahun terakhir Trac per tahun mampu mendukung para pelaku bisnis UMKM dengan menrentalkan Gran Max jenbis blind van hingga 20 - 25 persen. — Sumber: ISTIMEWA

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, jumlah UMKM hingga saat ini sudah mencapai 65,5 juta unit dan menyumbang 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). UMKM juga menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja, atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

Pengamat UMKM, Citra Kurnia Khudori menyatakan pemerintah perlu terus memperkuat strategi untuk mendorong pengembangan UMKM sebagai pilar penting penggerak perekonomian nasional. “Dengan potensi sebesar itu, pengembangan UMKM menjadi agenda prioritas pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja,” ujarnya.

Potensi besar sektor UMKM juga menjadi perhatian besar bagi pelaku industri, seperti TRAC, perusahaan rental mobil di bawahh nauangan Grup Astra International. Sebelumnya, perusahaan yang berada di payung PT Serasi Autoraya (Sera) ini lebih menyasar korporasi besar. Namun, dalam 5 tahun terakhir, TRAC secara intensif menggaet pelaku UMKM.

“Rata-rata per tahun, pertumbuhan bisnis kami untuk UMKM sebesar 20-25 persen. Ke depan, potensi pertumbuhannya masih besar,” ujar Chief Operating Officer TRAC Halomoan Fischer di Jakarta, Kamis (16/10) sore.

Menurut Fischer, TRAC berani menyasar UMKM saat pelaku bisnis rental masih belum berani melakukannya. Hal itu karena TRAC memiliki jaringan layanan yang tersebar melalui kantor cabang dan outlet rental di lebih dari 20 kota besar, didukung ratusan bengkel yang mencapai ke daerah-daerah mulai dari Sumatera hingga Papua.

Diakui, saat ini porsi rental mobil TRAC untuk UMKM sebesar 40 persen, sedangkan kue terbesar yakni 60 persen masih untuk korporasi besar. Sektor UMKM, terutama di jasa pengiriman akan terus bertumbuh. Apalagi didorong pertumbuhan transaksi digital. Karenanya, order rental mobil dari TRAC yakni Daihatsu Gran Max jenis blind van untuk sektor ini semakin membesar.

Permintaan rental untuk jenis mobil itu tumbuh 20-30 persen dalam lima tahun terakhir ini dengan meningkatnya transaksi e-commerce. Saat ini, TRAC memiliki armada Gran Max sekitar 7.000 unit.

Menurut Fischer, permintaan untuk mobil itu akan terus meningkat, apalagi e-commerce yang masih tumbuh. “Kenaikannya memang tidak terjal seperti saat masa Covid-19,” ujarnya.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, dalam lima tahun terakhir, transaksi e-commerce di Indonesia tumbuh signifikan. Nilai transaksinya terus meningkat dari 205,5 triliun rupiah pada 2019 menjadi 487,01 triliun rupiah pada 2024. Hal itu didorong perubahan perilaku belanja masyarakat akibat pandemi Covid-19, yang membuat transaksi online semakin populer.

“Bisnis rental untuk korporasi besar masih ada pertumbuhan, walaupun kecil. Tetapi kompetisinya di lini ini ketat. Sedangkan UMKM, tumbuhnya besar, bahkan potensi tumbuh 50 persen pun memungkinkan,” tutur Fischer.

Senada, Direktur PT Sera Hadi Winarto menyatakan sektor UMKM masih tetap menjanjikan di tengah rendahnya Indeks PMI (Purchasing Managers' Index) sektor manufaktur di Indonesia. Apalagi masih banyak UMKM yang bisa digarap di luar sektor jasa pengiriman.

Permintaan Tinggi

Fischer mengakui, permintaan mobil Gran Max tinggi karena produknya andal dan sudah teruji digunakan pelanggan TRAC. Apalagi, banyak UMKM menggunakan mobil itu untuk pengiriman paket hingga ke daerah pelosok dengan medan yang sulit.

Sebelumnya, sejumlah anggota komunitas Gran Max di sejumlah daerah mengakui hal itu. Salah satunya, M Nasir, pengurus Pick Up Sulawesi, komunitas yang berdiri sejak 2018.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.