Lama Tak Merebut Juara, Akhirnya Diakhiri Medvedev dengan Memboyong Trofi Almaty Open
Senin, 20 Okt 2025, 13:24 WIBJAKARTA - Â Sebagai seorang pemain professional, kalau lama tidak pernah menjadi juara, bisa membuat frustrasi. Itulah yang nyaris dialami petenis Daniil Medvedev yang selama 882 hari tak pernah juara. Terakhir dia menjadi juara di Roma. Kini Medvedev boleh lega karena akhirnya kembali menjadi juara. Kali ini dia menjuarai Almaty Open di Kazakhstan dengan mengalahkan petenis Prancis, Corentin Moutet, di final.
"Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya, istri saya tercinta, dan kedua putri saya. Ini pertama kalinya saya berada di turnamen bersama kedua putri dan istri saya, jadi mendapatkan gelar ini sungguh menyenangkan," ujar Medvedev saat upacara penyerahan trofi, dikutip dari ATP, Senin.
"Saya mempersembahkan gelar ini kepada putri kedua saya, Victoria, karena gelar pertama yang saya dapatkan ketika putri pertama saya, Alisa, lahir adalah untuknya, jadi gelar ini untuk Victoria," jelasnya. Sejak kemenangannya di ibu kota Italia pada 2023, mantan petenis nomor satu dunia Medvedev kalah di final US Open Open, Beijing, Wina, Australia Open, Indian Wells, dan Halle.
Namun, ia memastikan tidak akan ada lagi kekecewaan di final di Almaty dan kini menjadi petenis putra aktif kedua yang memenangi 19 gelar lapangan keras, bergabung dengan Novak Djokovic (71). Dalam final di ajang ATP 250 tersebut, Medvedev mampu mengatasi kehebatan Moutet untuk menutup poin.
Dengan kemenangannya yang diraih dengan susah payah selama dua jam 29 menit dengan skor 7-5, 4-6, 6-3, itu Medvedev meraih gelar juara ke-21 di level tur, semua di ajang yang berbeda. "Rasanya luar biasa. Saya tidak terlalu puas dengan cara saya bermain di beberapa momen pertandingan, tetapi menang rasanya luar biasa. Pada poin-poin terpenting, saya bermain bagus," kata Medvedev.
"Pertandingan terakhir sungguh luar biasa dan saya senang bisa memenangi gelar. Ini melanjutkan kisah lucu saya dengan meraih 21 gelar di 21 kota berbeda," tambahnya. Medvedev juga meningkatkan harapannya yang tipis untuk meraih gelar ATP Finals dengan kemenangan di Almaty.
Mantan juara turnamen akhir tahun itu naik tiga peringkat ke posisi ke-12 dalam ATP Live Race To Turin, tertinggal 875 poin dari Lorenzo Musetti yang berada di posisi kedelapan. Petenis Italia itu berada di posisi kualifikasi terakhir.
Keberhasilan Medvedev meraih gelar di Almaty adalah kesuksesan terbarunya di bawah pelatih baru Thomas Johansson dan Rohan Goetzke, setelah mencapai semifinal di Beijing dan Shanghai. Petenis berusia 29 tahun itu mulai berlatih dengan keduanya setelah US Open, dan ia memegang catatan 12-3 sejak New York, menurut indeks menang/kalah ATP.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kementan Ajak Masyarakat Tak Panik Belanja Pangan Jelang Lebaran, Agar Stok dan Harga Terkendali
-
Ini Dia Para Pemenang RRI Awards 2025
-
Manchester United Libas Manchester City 2-0: Carrick Belum Terkalahkan Sebagai Manajer Interim
-
Kejurnas Bola Voli Antarklub U-19 Tahun 2025, Diikuti 34 Tim Putra dan 27 Putri
-
Harga Emas UBS-Galeri24 di Pegadaian Hari Ini Tetap Stabil
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Minggu (28/12), UBS dan Galeri24 Kian Meroket
-
Pembatasan Medsos untuk Siswa Disorot DPRD DKI: Bukan Solusi, yang Penting Kontennya Dibersihkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.