Profesor ITS Berhasil Menyederhanakan Sistem Kontrol Industri yang Rumit

Jumat, 17 Okt 2025, 00:03 WIB
SURABAYA - Di tengah kerumitan sistem industri modern, seringkali solusi terbaik datang dari gagasan yang menyederhanakan. Hal inilah yang menjadi inti dari pemikiran yang disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Pramujati dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai Profesor ke-232.
Dalam paparannya, Bambang memperkenalkan sebuah pendekatan yang membuat sistem kontrol canggih bernama Model Predictive Control (MPC) menjadi lebih mudah diterapkan di dunia industri. Menurutnya, jantung dari era Industri 4.0 adalah sistem kontrol otomasi. Selama ini, banyak industri bergantung pada sistem kontrol konvensional Proportional Integral Derivative (PID). “Sistem PID ini sederhana dan andal untuk banyak hal, namun seringkali kewalahan saat menghadapi proses industri modern yang sangat kompleks, memiliki banyak variabel yang saling terkait, dan sering berubah-ubah,” jelas Bambang. 
Untuk mengatasi tantangan itu, hadirlah MPC sebagai solusi yang lebih cerdas. Berbeda dengan PID yang hanya bereaksi terhadap kondisi saat ini, MPC mampu memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. “Analogi sederhananya, MPC ini seperti seorang pecatur andal yang memikirkan beberapa langkah ke depan sebelum mengambil keputusan,” ujarnya. 
Kemampuan ‘melihat ke depan’ ini membuat MPC sangat unggul untuk proses yang rumit, seperti di industri manufaktur presisi, energi, hingga robotika. Namun, di balik keunggulannya, MPC memiliki tantangan besar yakni proses penyetelan atau tuning parameternya sangat kompleks, memakan waktu, dan membutuhkan keahlian mendalam. 
Di sinilah letak kontribusi utama penelitian Bambang. Ia berhasil mengembangkan sebuah strategi penalaan baru yang lebih sistematis dengan menggunakan konsep Shifting Factor. Metode ini secara mendasar menyederhanakan proses penyetelan yang rumit, menjadikannya jauh lebih cepat dan efisien untuk diterapkan di lapangan tanpa memerlukan perhitungan yang berat. “Tujuannya agar teknologi canggih ini tidak hanya berhenti di teori, tetapi benar-benar praktis dan bisa diandalkan oleh industri,” tegasnya.
Manfaat dari inovasi ini sudah terlihat dalam berbagai penerapan nyata. Dalam proses manufaktur presisi seperti injection molding, sistem kontrol yang dikembangkan mampu meningkatkan kualitas produk dan mengurangi angka kegagalan produksi. Di dunia robotika, pendekatannya diterapkan untuk membuat robot bergerak lebih cepat dan efisien dengan tetap menjaga stabilitas, termasuk untuk sistem pertahanan.
Bagi Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS ini, penelitian ini lebih dari sekadar pencapaian akademis. Ia berharap inovasi di bidang sistem kontrol ini dapat terus dikembangkan dan diadopsi secara luas. “Pada akhirnya, tujuan kita adalah mendukung kemandirian teknologi bangsa, meningkatkan daya saing industri nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
Penelitian yang diusung dalam orasi ilmiah Rektor ke-13 ITS ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya untuk poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.