- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korea Selatan dapat Mendep...
Korea Selatan dapat Mendepak RI dari Proyek Jet Tempur KF-21 Jika Jalin Kerjasama Pertahanan dengan Korut
Jumat, 17 Okt 2025, 17:22 WIBDELAWARE - Korea Selatan pada Kamis (16/10) menunjukkan reaksi kurang bersahabat atas potensi kerja sama teknologi pertahanan antara Indonesia dan Korea Utara, terkait kunjungan Menteri Luar Negeri Sugiono ke Pyongyang minggu lalu untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-80 Partai Pekerja Korea.Â
Dilansir NK (North Korea) News, media berita dan informasi yang mengkhususkan diri pada topik Korea Utara, berkantor pusat di Delaware, Amerika Serikat, di tengah kekhawatiran Indonesia dapat memberikan bantuan kepada Democratic People's Republic of Korea (DPRK), media pemerintah Korea Utara menyebut dalam kunjungan itu Menlu Sugiono mengadakan pembicaraan dengan mitranya Choe Son Hui dan menandatangani nota kesepahaman âmembangun sistem negosiasi bilateral".
Media Korea Selatan Seoul Broadcasting System (SBS) melaporkan bahwa kesepakatan bilateral tersebut dapat mencakup kerja sama pertahanan dan menimbulkan kekhawatiran tentang pengelolaan Indonesia atas teknologi jet tempur KF-21 Korea Selatan sebagai mitra pengembangan bersama.
SBS menyoroti potensi kebocoran teknologi terkait jet tempur oleh Jakarta, mengutip seorang pakar hubungan internasional yang berspekulasi bahwa kemungkinan ada kerja sama industri pertahanan antara Korea Utara dan Indonesia.
Menanggapi laporan tersebut, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan atau Defense Acquisition Program Administration (DAPA) merilis pernyataan pada hari Kamis yang membantah klaim tersebut.
"Belum ada konfirmasi resmi mengenai kerja sama teknologi pertahanan antara Indonesia dan Korea Utara," ujar Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) pada hari Kamis. "Teknologi yang terkait dengan pengembangan bersama KF-21 dilindungi dan dikelola secara ketat."
Badan pengadaan senjata menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat langkah-langkah untuk mencegah kebocoran teknologi pertahanan ke negara ketiga.
"Jika hubungan kerja sama pertahanan yang konkret antara Indonesia dan Korea Utara terkonfirmasi di masa mendatang, kami berencana untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat di bidang kerja sama industri pertahanan," demikian pernyataan lembaga tersebut.
Kedutaan Besar Indonesia di Seoul menyampaikan kepada NK News bahwa Jakarta belum mencapai kesepakatan terkait teknologi pertahanan dengan Korea Utara, dan mengaitkan laporan tersebut dengan kesalahpahaman terhadap istilah "kerja sama teknis".Â
"Ini bukan teknologi, tapi saya tahu ini agak rumit dalam bahasa Korea," kata seorang pejabat kedutaan, menjelaskan bahwa kerja sama teknis biasanya melibatkan bidang-bidang seperti pertanian atau pariwisata.
Menurut pejabat tersebut, kemitraan semacam itu biasanya berfokus pada pelatihan dan bimbingan praktis âuntuk membantu orang-orang meningkatkan kehidupan mereka.â
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa kunjungan Sugiono ke Pyongyang juga berkaitan dengan pembukaan kembali Kedutaan Besar Indonesia. Kedutaan Besar Indonesia, yang ditutup pada tahun 2021 karena pengendalian pandemi DPRK, kembali beroperasi pada bulan Juni, ungkap Sugiono setelah kunjungannya.
Indonesia telah menjadi salah satu mitra pertahanan terbesar Republic of Korea (ROK) atau Korea Selatan di Asia Tenggara, dengan kerja sama mereka berpusat pada proyek pengembangan jet tempur KF-21 .
Berdasarkan program tersebut, pemerintah setuju untuk membayar sebagian biaya pengembangan sebagai imbalan atas prototipe dan transfer teknologi, meskipun berulang kali gagal melakukan pembayaran yang dipersyaratkan.
Choi Gi-il, seorang profesor studi militer di Universitas Sangji, menyoroti risiko kebocoran teknologi dari proyek tersebut meskipun ada jaminan dari Seoul.
"AS secara konsisten menyuarakan kekhawatiran. Kekhawatiran mereka adalah jika KF-21 dikembangkan bersama dengan Indonesia, teknologinya dapat ditransfer secara tidak langsung ke Korea Utara," ujarnya.
Proyek tersebut terus berjalan meskipun ada kekhawatiran dari badan intelijen Seoul dan pihak AS, kata pakar tersebut, mengutip komunikasinya dengan kedua pemerintah.
âSistem persenjataan, radar, dan teknologi peperangan elektronik lainnya milik jet tempur itu bisa saja bocor,â ujarnya, seraya menekankan pentingnya hal tersebut bagi sektor pertahanan Korea Selatan.
Kim Young-jun, seorang profesor di Universitas Pertahanan Nasional Korea, juga menekankan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan dengan hati-hati risiko yang terkait dengan ekspor pertahanan.Â
âBahkan hal-hal yang menguntungkan kepentingan nasional dapat mengakibatkan teknologi mencapai Korea Utara,â ujarnya kepada NK News . Â
Pakar itu menambahkan bahwa pemerintah ROK harus memeriksa bagaimana negara lain mengelola risiko ekspor, seperti AS yang memantau penjualan senjata ke negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan China.Â
"Beberapa negara menjalin hubungan baik dengan Tiongkok namun tetap membeli senjata dari AS," ujarnya. "Sangat penting bagi Korea Selatan untuk mempelajari bagaimana AS mengelola kontrol ekspor senjata melalui lembaga-lembaga seperti FBI dan CIA."
Menurut profesor tersebut, transfer teknologi pertahanan bergantung pada seberapa dalam keterlibatan Korea Selatan dengan Vietnam dan Indonesia, dibandingkan dengan Korea Utara.
Kim juga mencatat bahwa Hanoi dan Pyongyang mencapai kesepakatan mengenai kerja sama pertahanan minggu lalu , bahkan ketika Korea Selatan mengekspor howitzer gerak sendiri K9 ke Vietnam awal tahun ini.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Program Jet Tempur Generasi 4,5 KF-21 Dianggap Berhasil, Korea Selatan akan Pensiunkan Armada F-5 Lebih Awal
-
Korea Selatan Luncurkan Seri Pertama Jet Tempur KF-21
-
Indonesia Guncang Program Jet Tempur KF-21, Hentikan Produksi Bersama - Pilih Beli Jadi
-
Gubernur Pramono: Transportasi Jakarta Bakal Gratis Saat Lebaran 2026 Biar Gak Macet
-
Real Madrid Terancam Tanpa Gelar, Masa Depan Arbeloa di Ujung Tanduk
-
Tiongkok Protes Blokade AS Terhadap Kuba
-
Mentawai Perkuat Branding sebagai Destinasi Selancar Kelas Dunia
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.