Berpotensi Melemah, 17 Oktober 2025

Jumat, 17 Okt 2025, 08:45 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan melemah pada perda­gangan akhir pekan ini seiring tarik-menarik sentimen dari kebijakan moneter dan kondisi fiskal Amerika Serikat (AS). Di satu sisi, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed menahan pelemahan lebih dalam.

Namun di sisi lain, potensi government shutdown atau penutupan sementara pemerintahan AS yang menunda rilis data ekonomi penting membuat pelaku pasar bersikap hati-hati. Kombinasi dua faktor ini menciptakan ketidakpastian arah pasar global, yang berdampak pada aliran modal ke ne­gara berkembang, termasuk Indonesia.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat rupiah kini dihantui berbagai sentimen eksternal, di antaranya adalah ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve yang se­makin menguat mendorong pelemahan imbal hasil obligasi AS dan dollar AS. Di sisi lain, lanjutnya, shutdown pemerintah AS juga turut memberikan dampak pelemahan pada rupiah.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (17/10), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 16.580 - 16.620 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (16/10) sore, melemah ti­pis sebesar 5 poin atau 0,03 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.581 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva menyata­kan pelemahan rupiah mencerminkan pergerakan terbatas di tengah pasar global yang relatif tenang. “Secara fundamental, kinerja rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh arah dol­lar AS dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed, ketimbang faktor domestik,” katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.