Trans Banten Dievaluasi, Pemprov Pastikan Tak Rugikan Sopir Angkot
Kamis, 16 Okt 2025, 04:00 WIBSerang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan program Trans Banten akan dievaluasi menyeluruh agar tidak merugikan para sopir angkot yang terdampak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo menegaskan pemerintah terbuka terhadap aspirasi pengemudi dan siap melakukan penyesuaian kebijakan agar keseimbangan ekonomi dan pelayanan publik tetap terjaga.
âKami sepakat untuk melakukan evaluasi. Namun tidak ada kebijakan penutupan. Operasional Trans Banten akan tetap berjalan dengan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi bersama,â ujar dia di Serang, Rabu (15/10).
Ia mengatakan evaluasi difokuskan pada penyesuaian jam operasional dan rute Trans Banten Koridor 3 (PakupatanâSindangsari) yang kini diuji coba.
Hal ini dilakukan agar layanan transportasi publik tetap menjangkau wilayah yang belum memiliki trayek tetap, tanpa menyingkirkan peran angkutan konvensional.
âRute PakupatanâUntirta Sindangsari ini kami uji coba karena dari Sindangheula ke Palima tidak ada angkutan yang beroperasi. Uji coba dilakukan agar pemerintah memperoleh data lapangan dan masukan dari masyarakat, termasuk para pengemudi angkot,â katanya.
Ia menjelaskan keberadaan Trans Banten bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan terintegrasi, sekaligus berkeadilan bagi pelaku transportasi konvensional.
âKami ingin menghadirkan sistem transportasi yang adil, merata, dan berpihak kepada masyarakat tanpa meniadakan peran pengemudi angkot yang sudah lama melayani warga,â ujar Tri.
Koordinator Lapangan Forum Komunitas Angkot Pabuaran Ciomas Gery Wijaya menilai dialog dengan Dishub Banten menjadi langkah positif untuk mencari titik temu antara kepentingan transportasi modern dan konvensional.
âKami menyampaikan aspirasi agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap program Trans Banten dan memberi ruang dialog dengan para pelaku transportasi konvensional. Kami juga tengah menyiapkan kajian serta usulan solusi agar kebijakan ini dapat berjalan seimbang,â kata dia.
Ia mengatakan aksi yang dilakukan para sopir angkot bukan bentuk penolakan terhadap Trans Banten, melainkan upaya menyuarakan kondisi ekonomi mereka yang terdampak.
âKami mendukung peningkatan transportasi publik di Banten, tetapi kami juga ingin agar para sopir angkot tidak tersisih. Harapannya, pemerintah hadir dengan kebijakan yang adil bagi semua pihak,â katanya.
Dialog antara Dishub Banten dan komunitas angkot di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) itu berlangsung kondusif dan menghasilkan komitmen bersama untuk melanjutkan komunikasi resmi dalam pembahasan lanjutan terkait penyesuaian program Trans Banten.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Purbaya: OTT Jadi Alarm Keras Reformasi Pajak dan Bea Cukai
-
Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Bangga Jadi Orang Indonesia, Kemenkeu Harap untuk Hormati Rakyat Indonesia karena Itu Uang Rakyat
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Bazar Ramadan Lebak Bulus: Upaya Pemprov DKI Majukan UMKM
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Karya Lokal Mendunia, Ekspor Fesyen–Kriya Tembus Rp476 Triliun
-
Indonesia Kontra Malaysia, Ubed Turun Pertama, Ginting Ketiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.