Dari Tumpukan Sampah ke Sumber Daya Energi, Proyek ‘Waste to Energy’ Meluncur Akhir 2025
Kamis, 16 Okt 2025, 16:40 WIBJAKARTA â Rencana peluncuran proyek pengelolaan sampah menjadi sumber energi menjadi langkah nyata menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Program ini tak hanya menjawab persoalan klasik soal tumpukan sampah, tapi juga membuka peluang baru dalam penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Dengan mengubah limbah menjadi energi, pemerintah dan sektor swasta berupaya menciptakan sistem sirkular yang mengubah masalah lingkungan menjadi potensi ekonomi.
Proyek ini memiliki nilai strategis ganda. Dari sisi lingkungan, volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan secara signifikan, sementara dari sisi energi, Indonesia mendapat tambahan pasokan listrik atau bahan bakar dari sumber yang sebelumnya terbuang.
Selain itu, keberhasilan proyek ini bisa menjadi contoh konkret transisi menuju energi bersih sekaligus memperkuat kemandirian energi daerah.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memastikan akan melaksanakan launching proyek pengelolaan sampah menjadi sumber energi (waste to energy) pada akhir tahun 2025.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir memastikan pada tahap awal akan terdapat 10 titik stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sepuluh kota di Indonesia.
âInsyaAllah di akhir tahun ini nanti kita sudah bisa launching,â ujar Pandu saat ditemui seusai menghadiri acara bertajuk 1 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran "Optimism on 8 percent Economic Growth" di Jakarta, Kamis (16/10).
Ia mengungkapkan antusiasme perusahaan - perusahaan swasta sangat besar, yang mana telah terdapat 120 perusahaan nasional maupun multinasional yang tertarik untuk menjalankan proyek ini.
âUdah lebih dari 120 lebih konsorsium perusahaan yang register interest pada Waste to Energi Project,â ujar Pandu.
Seiring dengan itu, pihaknya saat ini tengah fokus untuk memilih perusahaan-perusahaan yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang bagus untuk menjelaskan stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia.
Ia mengatakan proyek ini terinspirasi dari proyek waste to energy yang telah dilakukan oleh negara-negara maju seperti Korea Selatan, Jepang hingga China, yang telah terlihat keberhasilannya saat ini.
âContohnya, baik di Jepang, di Tokyo, ada juga di Korea, Selatan di Seoul, kita juga lihat di China, beberapa ada top 10 kota-kota besar, dimana sekarang kan mereka defisit sampah malah. Dan soal lingkungan juga sudah bagus,â ujar Pandu.
Sebelumnya, Pandu menyampaikan, proyek waste to energy merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menangani permasalahan sampah nasional yang semakin mendesak.
Untuk meningkatkan daya tarik dari proyek tersebut, pemerintah pun menghapus biaya pembuangan sampah (tipping fee), sehingga menjadikannya proyek pertama di dunia tanpa biaya pembuangan.
âKami juga telah menetapkan harga sebesar Rp20 per kilowatt hour (kWh), yang menurut saya cukup menarik,â kata Pandu.
Secara keseluruhan, terdapat 33 proyek yang akan dikembangkan dengan nilai investasi sekitar 150 hingga 200 juta dolar AS (Rp2,49 hingga Rp3,32 triliun, kurs = Rp16.580) per proyek.
Ia menyatakan sebagian dari pendanaan yang terkumpul melalui Patriot Bond, yang hingga kini telah mencapai Rp50 triliun, akan digunakan dalam proyek pengelolaan limbah tersebut.
- Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
- waste to energy
- Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Empire State Building Bersinar dengan Warna Tuan Rumah Piala Dunia 2026, 100 Hari Menuju Kickoff
-
Mudik Gratis Kejagung 2026: 15 Bus Meluncur ke Jalur Favorit Jawa dan Lampung
-
Tim SAR Temukan Jasad Pemuda Tenggelam di Danau Cisadah Serang
-
Kena OTT KPK, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Dibawa ke Jakarta Pakai Kereta Api
-
Pemasangan balok jembatan tol Padang - Sicincin
-
Pemkot Bogor Berkomitmen Akhiri Era Buang Sampah di Lahan Terbuka Tanpa Diolah
-
KPK akan Periksa Eks Pejabat Kemnaker terkait Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.