Danantara Beri Sinyal Kuat Masuk Bursa Saham RI, Investasi Besar di Depan Mata!
Kamis, 16 Okt 2025, 16:20 WIBJAKARTA â Danantara kini bersiap melangkah ke pasar saham sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjangnya.
Langkah ini bukan sekadar upaya mencari pendanaan baru, tetapi juga bentuk kepercayaan diri perusahaan terhadap kinerja dan prospek bisnisnya.
Dengan masuk ke bursa, Danantara ingin memperkuat transparansi, memperluas basis investor, dan membuka peluang kolaborasi strategis di sektor yang digelutinya.
Secara analitis, keputusan ini menunjukkan posisi Danantara yang sudah matang secara finansial dan operasional.
Momentum pasar yang mulai pulih juga menjadi faktor pendorong, karena valuasi perusahaan dinilai bisa mencerminkan potensi pertumbuhan yang kuat ke depan.
Bagi investor, langkah Danantara ke pasar saham menjadi sinyal positif tentang keberanian dan optimisme sektor korporasi dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Sjahrir mengungkapkan ketertarikan dan indikator Danantara Indonesia untuk mengalokasikan investasinya ke pasar saham Indonesia.
Namun demikian, menurut dia, masih perlu ditingkatkan terlebih dahulu rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham Indonesia yang saat ini sekitar 1 miliar dolar AS per hari menjadi hingga 8 miliar dolar AS per hari.
âKita pengen (ingin) di public market equity. Tapi equity itu memang perlu likuiditas yang lebih banyak, yang tadi saya sebutkan (RNTH) kita hanya 1 miliar dolar AS per hari itu harus ditingkatkan, harus bisa 5 atau 8 miliar dolar AS per hari,â ujar Pandu saat ditemui seusai menghadiri acara bertajuk 1 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran "Optimism on 8 percent Economic Growth" di Jakarta, Kamis (16/10).
Dengan demikian, ia mengatakan fokus Danantara Indonesia saat ini salah satunya adalah memperdalam pasar saham Indonesia.
Ia mengungkapkan alasan Danantara Indonesia saat ini masih mengalokasikan investasi di Surat Berharga Negara (SBN) yaitu seiring terbatasnya waktu dan merupakan pasar yang likuid.
âKebetulan kita hanya ada waktu dua bulan ya, salah satunya memang yang kita harus paling cepat kita harus cari market yang paling likuid. Ya, salah satunya memang di pasar bond, bond market,â ujar Pandu.
Sebelumnya, Pandu mengatakan pasar saham Indonesia memiliki potensi untuk mencapai RNTH mencapai 8 miliar dolar AS per hari, dari saat ini yang baru sekitar 1 miliar dolar AS.
Menurut dia, potensi RNTH tersebut belum tergarap maksimal meskipun Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara dan tingkat perekonomian yang terus tumbuh.
Sebagai perbandingan, ia mengatakan India memiliki nilai transaksi harian mencapai 12-15 miliar dolar AS, sedangkan Hong Kong bahkan mencatat nilai transaksi 30-50 miliar dolar AS per hari.
Menurut dia, salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan pasar modal domestik adalah terbatasnya kedalaman pasar dan minat investor publik.
âMasalah utama bagi venture capital dan investasi jangka panjang adalah kurangnya pasar publik yang kuat,â ujar Pandu.
- Pasar Modal
- Danantara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Panen Raya "Urban Farming" di Jaktim, Melon Inthanon Jadi Daya Tarik Utama
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Listrik Saat Ditinggal Mudik Ala Schneider Electric
-
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Serang Bertahan dengan Cara Pahit
-
Harga BBM Naik Akibat Perang Iran, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
-
Posko mudik bertema Keraton Galuh di Ciamis
-
Arus Mudik H-2 Lebaran 2026 Padat Merayap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.