- Home
-
- Luar Negeri
-
- Seruan Pembebasan Direktur...
Seruan Pembebasan Direktur RS Gaza Meningkat Pasca Kesepakatan Gencatan Senjata
Selasa, 14 Okt 2025, 15:33 WIBGAZA - Ketika tawanan Israel dan Palestina kembali ke keluarga mereka sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, banyak status tahanan Palestina yang terkemuka masih belum pasti.
Dari Al Jazeera, di antara mereka adalah dokter Palestina, Hussam Abu Safia, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, di Gaza yang diculik oleh pasukan Israel pada bulan Desember 2024 dan tetap ditahan meskipun ada seruan yang semakin besar agar ia dibebaskan. Laporan oleh pengacaranya menyebutksn bahwa ia telah disiksa di penjara Israel.
Banyak pendukung hak-hak Palestina melihat Abu Safia sebagai perwujudan ketahanan petugas medis Palestina, karena Israel secara sistematis menargetkan sektor kesehatan Gaza selama lebih dari dua tahun.
Tidak jelas apakah Abu Safia akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, yang mencakup warga Israel yang ditawan oleh Hamas di Gaza dan warga Palestina yang ditangkap di Gaza dan dipenjarakan secara massal oleh Israel, sebagian besar tanpa dakwaan atau pengadilan.
Namun hingga akhir Senin, dokter tersebut belum dibebaskan.
CNN melaporkan pada akhir pekan bahwa Israel tidak akan membebaskan Abu Safia, mengutip sumber dari Hamas. Namun, surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan pada hari Senin bahwa Abu Safia termasuk di antara lima nama tambahan yang ditambahkan ke daftar warga Palestina dari Gaza yang akan dibebaskan.
Lembaga pengawas hak asasi manusia Amnesty International mengatakan bahwa direktur rumah sakit itu telah ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan berdasarkan undang-undang keamanan Israel setelah ditangkap oleh pasukan Israel di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, tempat ia terus bekerja sebagai dokter anak setelah putranya tewas dalam serangan udara Israel.
"Baru pada 11 Februari 2025, otoritas Israel mengizinkan Dr. Abu Safiya bertemu dengan penasihat hukum," kata kelompok itu dalam petisi yang menyerukan pembebasannya.
"Dalam kunjungan terakhir seorang pengacara ke penjara militer Ofer pada awal Juli 2025, ia melaporkan bahwa Dr. Hussam dan tahanan lainnya menjadi sasaran penyerangan dan pemukulan."
Amnesty International mencatat bahwa Abu Safia juga kehilangan berat badan yang signifikan selama penahanannya.
Para tahanan Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah melaporkan penyiksaan, kekerasan seksual, dan kondisi-kondisi buruk lainnya di tahanan Israel selama perang dua tahun di Gaza. Banyak dari mereka yang dibebaskan pada hari Senin menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan penurunan berat badan yang signifikan.
"Saat ini, Husam Abu Safiya sedang mengalami penyiksaan berat," ujar seorang tahanan Palestina kepada Al Jazeera setelah dibebaskan di Khan Younis, Gaza.
Seruan untuk pembebasan Abu Safia semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, setelah kesepakatan gencatan senjata diselesaikan.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) telah mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendesak Israel agar mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
âKami juga mendesak Presiden untuk menuntut Israel membebaskan Dr. Hussam Abu Safiya dan seluruh tenaga medis profesional lainnya yang diculik.â
Pakar PBB Francesca Albanese pada hari Jumat menyatakan bahwa kurangnya tekanan untuk membebaskan tawanan sipil mencerminkan kekurangan rencana gencatan senjata, yang diajukan oleh Trump.
"Tidak akan ada perdamaian tanpa keadilan, hak asasi manusia, dan martabat SEMUA. Nyawa rakyat Palestina berharga," tulis Albanese di halaman X.
- Gencatan Senjata Gaza
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Komitmen Sekolah Adat Papua untuk Melestarikan Tradisi dan Budaya
-
Palembang Marketing Festival 2025, Katalisator Semangat Wong Kito Galo di Era AI
-
Azerbaijan Menandatangani Kontrak 40 Jet Tempur Blok III JF-17 Buatan Pakistan-Tiongkok
-
Menko PM Pastikan Seleksi Ketat, Siswa Sekolah Rakyat Hanya untuk yang Benar-Benar Tak Mampu
-
Dukung Literasi Pajak Digital, Etos Kreatif Indonesia Gelar Sosialisasi Coretax
-
Sidang uji materiil UU Pilkada
-
Kurangi Angka Pengangguran, Keterampilan Pelajar SMK di Jakarta Harus Ditingkatkan
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.