Presiden AS Donald Trump: Perang di Gaza Resmi Berakhir

Selasa, 14 Okt 2025, 01:35 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin (13/10) menyatakan bahwa perang Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terkepung telah berakhir secara resmi.

Pernyataan itu disampaikannya hanya beberapa menit setelah kelompok perlawanan Palestina Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup dan ditahan di wilayah kantong pesisir tersebut.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Hadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh - Presiden AS Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menunjukkan dokumen yang telah ditandatangani dalam pertemuan puncak mengenai Gaza yang juga dihadiri Presiden Indonesia, Prabowo Subianto di Sharm el-Sheikh, Senin (13/10). — Sumber: SAUL LOEB/AFP

Ketika ditanya wartawan apakah perang di Gaza telah usai, Trump menjawab singkat, “Ya,” saat ia bersiap untuk berpidato di hadapan anggota parlemen Israel di Knesset.

Brigade Al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas, menuntaskan pembebasan 20 sandera Israel yang masih hidup pada Senin.

Para sandera itu diserahkan kepada tim Palang Merah di Jalur Gaza dalam dua kelompok. Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata 20 poin antara Israel dan Hamas yang dimediasi oleh Trump, pembebasan sandera Israel itu ditukar dengan pembebasan 1.968 tahanan Palestina, termasuk 250 orang yang divonis seumur hidup.

Kantor Media Tahanan Palestina melaporkan pada Senin bahwa pembebasan para tahanan Palestina juga telah dimulai, setelah bus-bus yang membawa mereka meninggalkan penjara-penjara Israel menuju Gaza dan Tepi Barat.

Dibebaskan dari Penjara

Kantor berita Sputnik seperti dikutip dari Antara memberitakan sebanyak 1.966 warga Palestina yang menjadi tahanan Israel dikabarkan telah menaiki bus yang akan membawa mereka pulang.

Mengutip laporan Reuters, kantor berita Russia itu menyebutkan bahwa warga Palestina itu dibebaskan dari penjara-penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Hamas.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan kesepakatan itu dan kedua pihak yang bertikai akan menjalankan tahap pertama rencana perdamaian di Jalur Gaza.

Selama tahap pertama tersebut, Hamas akan membebaskan warga Israel yang mereka sandera dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati di Jalur Gaza.

Israel juga akan membebaskan ratusan warga Palestina yang ditahan, termasuk mereka yang menjalani vonis seumur hidup.

Sementara itu, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyerahkan tujuh sandera pertama kepada militer Israel di Jalur Gaza, seperti dilaporkan stasiun penyiaran publik Kan pada Senin.

Sementara itu, puluhan ribu warga Palestina berangkat menuju wilayah yang dikosongkan oleh pasukan Israel setelah gencatan senjata berlaku pada Jumat. Warga yang mengungsi berangkat dari Gaza selatan ke rumah mereka di utara, sebagian besar berjalan kaki.

  • Negosiasi Damai

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.