Setelah Uji Coba Night at The Ragunan Zoo, Pemprov DKI Siapkan Evaluasi Besar: Bakal Jadi Agenda Tetap?

Minggu, 12 Okt 2025, 15:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan evaluasi terhadap uji coba wisata malam bertajuk Night at The Ragunan Zoo yang digelar Sabtu (11/10) lalu. Program ini menjadi perhatian publik karena untuk pertama kalinya Kebun Binatang Ragunan dibuka hingga malam hari dengan konsep edukatif dan rekreatif.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, M. Fajar Sauri, mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, keamanan, serta kenyamanan pengunjung dan satwa. Ia menyebut, hasil evaluasi ini akan menentukan apakah wisata malam Ragunan akan menjadi agenda rutin.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

“Kalau antusiasme masyarakat tinggi dan semua berjalan tertib, tentu akan kami kembangkan lebih luas,” ujar Fajar.

Menurutnya, pembukaan Ragunan hingga malam hari merupakan upaya Pemprov menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif bagi warga. Ia menilai, kegiatan ini bukan sekadar wisata, tapi juga ruang belajar untuk mengenal perilaku satwa nokturnal.

“Pembukaan Ragunan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif. Masyarakat kini dapat menikmati suasana hutan kota di malam hari sambil belajar mengenal perilaku hewan,” ungkap Fajar.

Program Night at The Ragunan Zoo sendiri diadakan setiap malam Minggu pukul 18.00–22.00 WIB dengan tarif masuk normal, yakni Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Pengunjung disuguhkan pengalaman berbeda dengan menyaksikan aktivitas satwa malam seperti burung hantu, mamalia kecil, hingga reptil yang biasanya tak terlihat di siang hari.

Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UPTMR), Endah Rumiyati, menyebut pihaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan untuk menunjang wisata malam tersebut. Di antaranya, penerangan baru di beberapa titik, peta digital Map Night Ragunan, serta tur malam bersama pemandu dan penjaga satwa (zookeeper).

“Semua kegiatan kami rancang agar tetap aman bagi satwa dan nyaman bagi pengunjung,” jelas Endah.

Ia menambahkan, sebelum uji coba dimulai, timnya telah melakukan kajian ekologi, tata cahaya, dan simulasi kunjungan untuk memastikan satwa tidak terganggu. Bahkan, beberapa satwa hanya ditampilkan secara terbatas agar tidak stres akibat aktivitas manusia di malam hari.

Selain berinteraksi dengan satwa, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas night workout sejauh 1,8 kilometer di area yang telah ditentukan. Aktivitas ini dirancang agar warga bisa berolahraga ringan sambil menikmati suasana tenang kebun binatang di luar jam kunjungan reguler.

Untuk keamanan, Pemprov DKI menambah jumlah kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik strategis. Tak hanya itu, Satpol PP Pariwisata juga diterjunkan untuk berjaga dan berpatroli di area Ragunan selama kegiatan berlangsung.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap tindakan yang mengganggu ketertiban maupun melanggar norma. Ia memastikan pengawasan dilakukan dengan pendekatan humanis dan terukur.

“Kalau ada yang berbuat tidak pantas, tentu kami akan tindak tegas. Ragunan ini ruang publik untuk semua warga, bukan tempat yang disalahgunakan,” tegas Satriadi.

Sistem transportasi dalam area Ragunan juga mendapat perhatian. Selama wisata malam berlangsung, kendaraan pribadi tidak diperbolehkan masuk, dan pengelola menyiapkan shuttle buggy car berkapasitas lima orang dengan tarif Rp250.000 per jam untuk mengantar pengunjung ke titik-titik satwa.

Fajar Sauri menyebut, hasil evaluasi awal menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap uji coba wisata malam tersebut. Pihaknya akan melakukan survei kepuasan dan meninjau ulang kesiapan fasilitas, terutama terkait pencahayaan, sistem tiket, serta pola pergerakan pengunjung.

“Kami ingin menjadikan Ragunan bukan hanya tempat wisata siang hari, tetapi juga destinasi edukatif dan rekreatif malam hari bagi warga Jakarta,” kata Fajar.

Jika hasil evaluasi menunjukkan tren positif, program Night at The Ragunan Zoo kemungkinan besar akan dijadikan agenda rutin wisata malam kota Jakarta. Selain menambah alternatif hiburan keluarga, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat citra Ragunan sebagai kebun binatang modern yang ramah pengunjung dan satwa.

Evaluasi menyeluruh dijadwalkan rampung dalam beberapa minggu ke depan. Pemprov DKI akan menyesuaikan jadwal dan kapasitas pengunjung agar kegiatan ini bisa berjalan lebih tertib dan berkelanjutan tanpa mengganggu kenyamanan hewan penghuni Ragunan.

Dengan konsep baru ini, Kebun Binatang Ragunan berpeluang besar menjadi destinasi malam yang unik di Jakarta. Jika semua berjalan lancar, bukan tidak mungkin Night at The Ragunan Zoo akan menjadi ikon wisata malam baru bagi ibu kota.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.