Menteri Pariwisata: Alam dan Budaya Adalah Modal Masa Depan Pariwisata Indonesia
Minggu, 12 Okt 2025, 12:05 WIBMenteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meyakini bahwa kekayaan alam dan ragam warisan budaya dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing di kancah global.
âDengan lahan dan lautan yang terbentang luas serta budaya yang begitu kuat, kekayaan yang kita miliki bukan hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga modal besar untuk masa depan pariwisata Indonesia," kata Widiyanti sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Dalam pembukaan Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) di Maya Resort & Spa Sanur, Bali, Sabtu (11/10), Widiyanti menyampaikan Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa, budaya yang mengakar kuat, serta keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Kekuatan pariwisata Indonesia juga berakar pada kekayaan budaya dan warisan Nusantara yang begitu besar dan kuat. Apalagi, sektor pariwisata telah menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kondisi itu dinilai akan membuka peluang besar untuk dimanfaatkan secara optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia melalui pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
âKita ingin membangun pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan kultural bagi masyarakat setempat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan inklusi sosial serta keberlanjutan lingkungan,â katanya.
Widiyanti menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata telah menggulirkan berbagai program strategis untuk mendorong transformasi pariwisata menuju kualitas yang lebih tinggi.
Beberapa di antaranya adalah Gerakan Wisata Bersih, Kharisma Event Nusantara (KEN), Wonderful Indonesia Gastronomy, Wonderful Indonesia Wellness, pengembangan Desa Wisata, serta perubahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga sedang menyusun rencana Peraturan Presiden tentang Dana Pariwisata Berkualitas atau Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF).
Dana ini disiapkan untuk mendukung program-program transformatif yang berfokus pada peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia, termasuk penyelenggaraan event dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Menteri Pariwisata periode 2014â2019 Arief Yahya juga menekankan pentingnya peran promosi dalam pengembangan pariwisata nasional.
âPromosi itu investasi. Misalnya, jika nilai brand kita naik 10 persen, maka pertumbuhan sektor pariwisata bisa meningkat 11 persen. Jadi, branding âWonderful Indonesiaâ sejatinya adalah bentuk investasi strategis bagi sektor ini,â ujar Arief.
Kemenpar Hadirkan Program Adult Learming bagi Poltekpar
Kementerian Pariwisata menghadirkan program "Adult Learning Program for Tourism Polytechnics" sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Politeknik Pariwisata.
"Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi dosen, tetapi juga memperkuat kolaborasi internasional guna mendorong kualitas pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham dalam konfirmasinya di Jakarta, Minggu.
Program pelatihan itu digelar melalui kerja sama dengan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swisscontact, serta Schweizerische Hotelfachschule Luzern (SHL).
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama telah berlangsung pada 22â26 September 2025 di de Ballen Sultan Hotel Politeknik Pariwisata Lombok, menghadirkan fasilitator dari SHL, Christian Moro, yang merupakan pakar pelatihan pembelajaran orang dewasa.
Fase kedua akan diselenggarakan pada 10â14 November 2025 di Politeknik Pariwisata Makassar.
Sebanyak 26 dosen dari enam Politeknik Pariwisata di lingkungan Kemenpar dan satu politeknik mitra, yaitu Politeknik Batam ikut berpartisipasi dalam acara.
Adapun rincian peserta Poltekpar NHI Bandung (2 peserta), Poltekpar Bali (4 peserta), Poltekpar Makassar (5 peserta), Poltekpar Medan (4 peserta), Poltekpar Lombok (4 peserta), Poltekpar Palembang (4 peserta), dan Politeknik Batam (3 peserta).
Melalui program ini, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip adult learning, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta penerapan metode-metode inovatif dalam proses pengajaran.
Fasilitator menggunakan pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan improvisasi dan diskusi materi, yang hasilnya kemudian dipresentasikan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Martini berharap program ini dapat mengembangkan kompetensi peserta sebagai trainer, mencakup kemampuan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta peran sebagai lecturer, instructor, dan trainer.
Selain itu, peserta diharapkan mampu menguasai metode pembelajaran aktif dan reflektif, seperti penyusunan lesson plan dan penggunaan metode kreatif sesuai gaya belajar Doer, Discoverer, Thinker, dan Decider.
âKami berharap melalui kegiatan ini para pendidik di Politeknik Pariwisata dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang,â kata Martini.
Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil memberikan pemahaman, pengalaman praktik, serta keterampilan pedagogis yang relevan, adaptif, dan bermakna bagi para dosen dalam mengimplementasikan pembelajaran orang dewasa di lingkungan pendidikan vokasi pariwisata.
Wamenpar ingin pemandu wisata dapat kuasai bahasa asing
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa ingin para pemandu wisata dapat menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya alam pariwisata.
"Pengalaman yang berkesan lahir dari pelayanan prima, keramahtamahan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Di sinilah pemandu wisata berperan sebagai wajah dan duta pariwisata," kata Ni Luh saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.
Ketika membuka pelatihan bahasa Inggris bagi pemandu wisata Kabupaten Lumajang, Rabu (8/10) secara daring, Ni Luh mengatakan bahwa untuk mencapai hal tersebut, Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Universitas LIA membuka pelatihan bagi pemandu wisata setempat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Kepariwisataan yang baru disahkan.
Ia menyampaikan pelatihan akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia pariwisata di kancah global.
Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kepercayaan diri dalam melayani wisatawan mancanegara akan meningkat, dan itu menjadi modal untuk memberikan pengalaman berkesan. Dampaknya, Lumajang akan semakin dikenal, tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis memperkuat kompetensi komunikasi dan kualitas pelayanan para pelaku pariwisata di destinasi unggulan.
Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi keterampilan penting dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah kepada wisatawan mancanegara.
âKegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga melatih pemandu wisata dalam merepresentasikan dan mengenalkan atraksi daerah, baik dari sisi budaya, alam, buatan, hingga produk lokal. Dengan begitu, pemandu wisata dapat tampil sebagai duta bangsa yang profesional, ramah, dan berwawasan luas,â ujar Martini.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM pariwisata dalam penguasaan bahasa asing merupakan faktor kunci dalam meningkatkan daya saing destinasi.
âSemakin baik kemampuan dan keterampilan pemandu wisata, semakin tinggi pula kualitas layanan yang diterima wisatawan. Hal inilah yang akan memperkuat citra positif dan meningkatkan daya tarik destinasi,â katanya.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, terutama dalam pembekalan kemampuan bahasa Inggris bagi pemandu lokal.
Menurutnya, tren kunjungan wisatawan ke Lumajang terus menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.
âDestinasi wisata kami mulai digemari wisatawan mancanegara. Ini menunjukkan potensi besar Lumajang sebagai destinasi berskala dunia. Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memastikan pengembangan pariwisata terus berjalan dengan baik,â ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh para pemandu wisata dari berbagai destinasi di Kabupaten Lumajang, khususnya Tumpak Sewu. Pembelajaran dilaksanakan secara intensif sebanyak empat kali selama Oktober 2025, dengan fokus pada praktik dialog (roleplay) yang relevan dengan tugas kepemanduan.
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Satria Muda Pertamina Jakarta libas Bima Perkasa Jogja
-
Polda DIY Menyayangkan Kelompok Perusuh Sabtu (30/8) Malam Libatkan Anak-anak SMA/SMK Sederajat
-
Ini Baru Berita Baru, Sulteng Punya Bunker Pelayanan Radioterapi
-
Memasuki Awal 2026, Harga BBM Mengalami Penurunan
-
Sesama Wakil Saling Jegal di 16 Besar, Indonesia Pastikan Dua Tiket Perempat Final All England
-
Rodrygo dan Vinicius Jr Kembali ke Skuad Brasil untuk Uji Coba Kontra Korea Selatan dan Jepang
-
Inilah Makna di Balik Logo HUT ke-498 Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.