Dosa Tak Terampuni Kluivert karena Laga Hidup Mati untuk Eksperimen. Pantang Diulang Saat Lawan Irak

Jumat, 10 Okt 2025, 07:00 WIB

JAKARTA – Timnas Indonesia harusnya menang melawan Arab ANDAI saja tidak untuk eksperimen pelatih. Ini dosa tak terampuni Patrick Kluivert karena menggunakan laga hidup mati untuk eksperimen sistemnya: 4-2-3-1.

Langkah fatal kedua adalah menurunkan Beckham Putra, Marc Klok, dan Yakob Sayuri. Ini biang kehancuran tim. Namun bukan kesalahan tiga pemain ini, tapi kekeliruan fatal pelatih yang menurunkan mereka. Sudah itu, pelatih tak mampu membaca perjalan skuad. Mereka itu harusnya sudah diganti 20 menit pertama. Malah sampai babak pertama tak diganti. Malahan Klock yang jelas tidak bisa apa-apa dan blunder melulu tak pernah dikeluarkan.

Ket. Foto: Jangan eksperimen lagi — Sumber: ist

Timnas Indonesia menelan kekalahan 2-3 dari Arab Saudi pada laga perdana babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (9/10) dini hari WIB. Sistemnya 4-2-3-1 hanya diterapkan saat FIFA Matchday bulan September melawan Taiwan dan Lebanon.

Kesalahan yang tak disadari Kluivert, FIFA Matchday malah untuk hiburan. Harusnya dua laga – walaupun hanya melawan Taiwan – digunakan calon tim inti yang akan diturunkan melawan Arab. Dia malah menggunakan laga untuk hiburan.

Ia ingin mematenkan pakem tim dengan formasi empat pemain belakang. Akibatnya lapangan tengah kedodoran dan Klok tak diganti-ganti.
Menuruh Yakob Sayuri di posisi bek kanan sangat hancur. Dia lebih baik di depan bisa menusuk-nusuk. Dia bisa menaruh Sandy Walsh yang memang secara natural adalah bek kanan.

Bukan kelas Yakob menghadapi naluri ofensif tinggi kapten Arab Saudi, Salem Al-Dawsari. Akhirnya orang tak berbahaya saja ditarik kaosnya. Ini KEBIASAAN Liga Super, akhirnya dibawa-bawa ke laga menentukan. Di liga super kesalah cukup mengamuk ke wasit dan tak jadi dihukum. Tapi ini laga dunia!!! Firas Al-Buraikan tak ada ampun, menghajar dengan mencetak brace.

Keputusan memainkan Klok juga menjadi pertanyaan lainnya. Ini karena untuk pilihan di lini tengah, Tim Garuda masih punya Thom Haye yang duduk di bangku cadangan. Ada juga Nathan Tjoe-A-On yang malah dicoret.

Lini tengah benar-benar milik Arab. Klok meski tampil penuh tidak banyak memberi dampak dalam permainan, malah dampak buruk. Anehnya, dia tidak diganti! Lini tengah Timnas Indonesia baru membaik setelah Thom Haye masuk mendekati pertengahan babak kedua.

Beckham Putra jadi starting 11, salah kaprah, tak bisa apa-apa, tapi sekali lagi pelatih tak mampu melihat pemain lemah, tak diganti sampai babak pertama habis, baru memasukkan Eliano Reijnders.

Timnas Indonesia memang minim pemain sayap kiri murni. Meski begitu masih ada nama-nama seperti Shayne Pattynama dan Ragnar Oratmangoen yang bisa main di posisi sayap kiri. Penyerang Ole Romeny juga baru dimasukkan Kluivert menit ke-64. Ini sangat terlambat!

Lawan Irak jangan lagi mainkan Marc Klok, Sayuri bersaudara, Beckham Putra, dan mungkin istirahatkan Kambuaya yang tak maksimal. Bek belakang percayakan kepada Jay, Ridho, dan Hubner! Kiper jelas Maarten Paes. Pemain lain yang mesti diturunkan bisa memilih Sandy Walsh, Kevin Diks, Jay Idzes, Calvin Verdonk; Joey Pelupessy, Pattynama, Thom Haye; Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.