Pegulat India Peraih Medali Olimpiade Diskors Setahun karena Pelanggaran Berat Badan

Kamis, 09 Okt 2025, 07:00 WIB

NEW DELHI, INDIA - Citra gulat India kembali tercoreng setelah Aman Sehrawat, peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, dijatuhi skorsing selama satu tahun akibat melanggar batas berat badan saat kejuaraan dunia di Zagreb, Kroasia, bulan lalu.

Pegulat berusia 22 tahun itu didiskualifikasi sebelum pertandingan perdananya di nomor gaya bebas 57 kilogram setelah tim penimbang menemukan berat badannya melebihi batas 1,7 kilogram. Pelanggaran itu langsung membuatnya kehilangan hak bertanding dan memicu tindakan disipliner dari Federasi Gulat India (WFI).

Ket. Foto: Pegulat India peraih medali perungggu Olimpiade Paris 2024 Aman Sehrawat — Sumber: AFP

Dalam pernyataannya pada hari Selasa, WFI menegaskan bahwa skorsing tersebut berlaku mulai 23 September 2025, yang berarti Sehrawat akan absen dari Asian Games 2026 di Jepang.

“Gagal mematuhi standar ini, terutama dalam menjaga berat badan, tidak hanya merusak kredibilitas pribadi Anda, tetapi juga mencoreng nama baik bangsa di panggung dunia,” tulis WFI dalam keterangan resminya.

Kasus Sehrawat menjadi yang kedua kalinya dalam setahun terakhir atlet gulat India didiskualifikasi karena pelanggaran berat badan di ajang besar. Pada Olimpiade Paris, Vinesh Phogat juga mengalami nasib serupa setelah beratnya kelebihan 100 gram menjelang final nomor gaya bebas 50 kg putri, membuatnya kehilangan kesempatan meraih medali emas yang bersejarah.

Bagi Sehrawat, hukuman ini menjadi pukulan telak setelah perjalanan gemilangnya di Paris tahun lalu, di mana ia menjadi pegulat termuda India yang meraih medali Olimpiade sejak Sushil Kumar pada tahun 2008. Kini, reputasinya yang sedang menanjak harus terhenti karena kelalaian yang dianggap tidak profesional oleh federasi.

Skandal berat badan ini kembali menyoroti lemahnya manajemen dan pengawasan dalam persiapan atlet elite India menjelang turnamen internasional. Federasi menegaskan akan memperketat sistem pemantauan fisik dan menuntut disiplin lebih tinggi dari seluruh pegulat nasional.

Dengan skorsing hingga akhir September 2026, Sehrawat tidak hanya kehilangan kesempatan tampil di Asian Games, tetapi juga terancam kehilangan momentum karirnya yang tengah menanjak, sebuah pengingat keras bahwa di level tertinggi olahraga, ketidakdisiplinan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.