OJK Tancap Gas! Sektor Prioritas Digenjot Demi Ekonomi Tumbuh Lebih Kencang
Kamis, 09 Okt 2025, 16:55 WIBJAKARTA â Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas pemerintah.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui dukungan terhadap sektor produktif, seperti UMKM, infrastruktur, dan industri hijau.
Dengan mempercepat aliran dana ke sektor-sektor tersebut, OJK berharap momentum pemulihan ekonomi dapat terjaga di tengah ketidakpastian global.
Meski begitu, percepatan pembiayaan juga perlu diimbangi dengan manajemen risiko yang kuat agar pertumbuhan tidak hanya cepat, tapi juga berkelanjutan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus mengoptimalkan dan mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan perekonomian nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan di Jakarta, Kamis (9/10), bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) yang dinilai masih terjaga stabil di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Meskipun demikian, ia mengatakan, permintaan domestik masih perlu didorong agar dapat terus meningkat, seiring dengan tingkat inflasi yang cenderung moderat.
âUntuk itu, kinerja intermediasi terus dioptimalkan dengan mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas pemerintah, termasuk kepada sektor UMKM, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi,â ujar Mahendra.
Selain mendorong pembiayaan produktif, pihaknya juga terus mengembangkan kebijakan pendalaman pasar keuangan guna meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor.
Melalui kebijakan tersebut, ia berharap industri jasa keuangan dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tidak hanya ditopang oleh perkembangan domestik, Mahendra menuturkan bahwa kondisi perekonomian nasional yang terjaga stabil dan solid juga didukung oleh kondisi perekonomian global yang cenderung membaik.
Ia menyampaikan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia ke arah yang lebih kuat, sementara Amerika Serikat mulai menurunkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate) sebesar 25 basis poin (bps).
Selain itu, tensi perang dagang juga terus menurun. Walaupun begitu, perekonomian China masih mengalami moderasi dan kawasan Eropa menghadapi tekanan dengan indikator ekonomi yang stagnan.
OJK pun berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan domestik untuk memitigasi dampak dari berbagai kondisi perekonomian global tersebut.
âKami berkomitmen senantiasa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui penguatan koordinasi, pengawasan, dan kebijakan yang adaptif dalam menghadapi dinamika global dan domestik agar SJK tetap resilient, kontributif, dan berdaya saing,â imbuh Mahendra Siregar.
- OJK
- Akses Pembiayaan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
-
Kenapa Ada Kebijakan Baru Ini, Prancis Perketat Pengawasan Investasi Asing
-
Belgia Dikepung Gelombang Panas, Sektor Pertanian Terancam Gagal Panen
-
KPK Tetapkan Oknum Anggota Polri Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
-
Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026, CIMB Niaga Edukasi Pelajar Lewat Tour de Bank
-
JSD Blok M Festival 2026 Sulap Tren Fashion Jadi Peluang Cuan
-
DPR RI Minta Pendanaan Pendidikan dan MBG Tetap Terjaga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.