Ferrari Bongkar Teknologi Mobil Listrik Pertamanya, Tapi Jargon Tradisional Tak Ditinggal

Kamis, 09 Okt 2025, 21:30 WIB

JAKARTA - Pabrikan mobil mewah Ferrari akhirnya mengungkap teknologi di balik mobil listrik (EV) pertamanya, sebuah langkah besar yang menandai era baru bagi brand asal Italia tersebut. Pengumuman ini menjadi momen bersejarah karena Ferrari selama ini dikenal sebagai simbol mobil sport bermesin konvensional yang bertenaga dan ikonik.

Dalam laporan Reuters, Ferrari menegaskan bahwa mobil listrik perdananya akan tetap mempertahankan “jiwa Ferrari” yang dikenal melalui performa ekstrem, handling presisi, dan suara mesin yang khas. Perusahaan bahkan mengembangkan sistem audio buatan agar mobil listrik ini tetap menghasilkan raungan yang menggugah adrenalin.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Ferrari menyebut bahwa proyek ini merupakan hasil riset bertahun-tahun dengan fokus utama pada pengalaman berkendara yang autentik. “Kami tidak hanya membuat mobil listrik, kami menciptakan Ferrari sejati dalam bentuk baru,” kata Benedetto Vigna, CEO Ferrari.

Mobil listrik Ferrari pertama ini akan diproduksi di pabrik barunya di Maranello, Italia. Fasilitas tersebut dirancang khusus untuk memproduksi kendaraan listrik berperforma tinggi dan menjadi pusat inovasi untuk generasi supercar masa depan.

Ferrari juga menegaskan bahwa mereka tidak akan mengorbankan kualitas maupun eksklusivitas. Setiap unit EV akan dirakit secara manual oleh teknisi berpengalaman, sama seperti mobil Ferrari bermesin bensin.

Meskipun belum ada detail resmi mengenai spesifikasi lengkapnya, laporan menyebut mobil listrik ini akan memiliki tenaga lebih dari 1.000 tenaga kuda (hp) dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam waktu di bawah 2,5 detik. Hal ini menjadikannya salah satu EV tercepat di dunia.

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah sistem audio adaptif buatan Ferrari. Teknologi ini menggunakan getaran motor listrik dan resonansi sasis untuk menciptakan suara khas yang berubah sesuai gaya mengemudi. Dengan begitu, pengemudi tetap bisa merasakan sensasi emosional layaknya mengendarai mesin V12.

Ferrari juga mengonfirmasi bahwa sistem baterai mobil ini dikembangkan secara internal untuk menjaga performa dan distribusi berat ideal. Posisi baterai diletakkan di tengah bodi mobil guna menjaga keseimbangan saat melaju di kecepatan tinggi.

Pabrikan asal Italia itu menargetkan mobil listrik ini akan mulai dijual pada akhir 2025, dengan harga awal mencapai lebih dari 500 ribu euro atau sekitar Rp9 miliar. Meski mahal, pemesanan kabarnya sudah mengalir dari para kolektor dan penggemar setia Ferrari di seluruh dunia.

Peluncuran ini juga menegaskan komitmen Ferrari terhadap masa depan industri otomotif yang berkelanjutan. Meski masuk ke era listrik, Ferrari tetap menolak kehilangan karakteristik khas yang membuatnya berbeda dari pabrikan lain.

“Ferrari akan selalu tentang emosi, performa, dan keindahan,” ujar Vigna. “Kami hanya menambahkan teknologi baru untuk membawa pengalaman itu ke level yang lebih tinggi.”

Langkah ini disambut hangat oleh pasar otomotif global, meski banyak pihak masih skeptis apakah supercar listrik bisa menandingi sensasi mobil bensin. Namun Ferrari tampaknya yakin bahwa mobil listrik pertamanya akan membuktikan bahwa kecepatan dan emosi bisa tetap bersatu di era EV.

Dengan inovasi besar ini, Ferrari tak hanya beradaptasi terhadap tren elektrifikasi, tetapi juga menunjukkan bahwa masa depan mobil sport tetap bisa memacu jantung bahkan tanpa suara knalpot. Dunia kini menanti momen debut supercar listrik pertama Ferrari yang siap mengguncang pasar otomotif dunia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.