Perkuat Kapasitas Penyimpanan, Bulog Bangun Enam Gudang Logistik Baru di Maluku Utara
Rabu, 08 Okt 2025, 14:40 WIBJAKARTA-Pemerintah bersama Bulog tengah mempersiapkan pembangunan enam gudang logistik baru di Maluku Utara untuk memperkuat kapasitas penyimpanan dan memperlancar distribusi pangan di wilayah tersebut.Â
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan efisiensi rantai pasok di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, melalui langkah tanggap dan kolaboratif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap butir beras yang sampai ke masyarakat adalah hasil pengelolaan yang transparan, berkualitas, dan bertanggung jawab. "Tindakan cepat ini menjadi bukti komitmen Bulog menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,â tegas Rizal di Jakarta, Rabu (8/10).
Sebagaimana diketahui, Perum Bulog bergerak cepat menanggapi temuan beras turun mutu di Kota Ternate, Maluku Utara, yang sebelumnya menjadi perhatian Komisi IV DPR RI.
Rizal menegaskan, kunjungan langsung Direktur Utama Bulog ke Ternate menegaskan bahwa Bulog tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam memastikan kualitas, ketersediaan, dan distribusi beras di seluruh Indonesia.Â
"Dengan peningkatan infrastruktur logistik dan penguatan kelembagaan di daerah, Bulog berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah-wilayah kepulauan seperti Maluku Utara,"ucap Rizal.
Ganti Beras Rusak
Dalam kunjungan tersebut, Bulog segera melakukan langkah-langkah konkret dengan mengirimkan sebanyak 270 ton beras ke Ternate guna memperkuat cadangan pangan di wilayah Maluku Utara. Selain itu, Bulog juga melakukan reproses atau pengolahan ulang terhadap beras yang mengalami penurunan mutu namun masih layak konsumsi.Â
âBeras turun mutu bukan berarti tidak layak. Kami memiliki mekanisme reproses agar kualitasnya kembali sesuai standar. Sementara beras yang rusak dan tidak bisa diperbaiki akan diuji di laboratorium untuk memastikan langkah tindak lanjut yang sesuai dengan ketentuan,â ujar Rizal.
Bulog menjelaskan bahwa beras yang dikategorikan rusak akan melalui tahapan pemeriksaan laboratorium sebelum diputuskan langkah penanganannya. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan yang masih di bawah batas keamanan pangan, beras dapat dijual ke industri pakan. Namun apabila hasil uji menunjukkan kadar di atas batas keamanan pangan, maka beras tersebut dapat dijual ke industri non-pangan atau non-pakan, bahkan dilakukan pemusnahan apabila tidak memenuhi standar keamanan.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Stok Cadangan Beras Bulog Capai 4,4 Juta Ton
-
Stok Beras Dipastikan Aman! Mentan Klaim CBP 4,6 Juta Ton Cukup Antisipasi Krisis Global dan Kekeringan
-
Siapkan Talenta AI dan Komputasi Kuantum, ITE Singapura Gandeng BDx Data Centers
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.