Kluivert Andalkan Semangat dan Disiplin Pemain
Rabu, 08 Okt 2025, 06:05 WIBJEDDAH - Satu langkah menuju sejarah tengah ditapaki tim nasional Indonesia.Berlaga di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10) dini hari WIB, Skuad Garuda akan menghadapi tuan rumah Arab Saudi dalam laga pembuka babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pertandingan ini bukan sekadar pembuka babak baru, melainkan penentuan arah perjalanan panjang sepak bola Indonesia. Di bawah asuhan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, Indonesia menatap laga dengan keyakinan tinggi, meski menyadari tantangan besar yang menanti.
Setelah finis keempat di Grup C babak ketiga dengan 12 poin dari sepuluh pertandingan, Skuad Garuda kini bersaing dengan Arab Saudi dan Irak di Grup B untuk memperebutkan satu tiket otomatis menuju putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Hanya juara grup yang akan langsung melaju. Peringkat kedua masih harus menjalani laga play off antara dua grup.
Tim di posisi terakhir tersingkir. Dengan format baru yang hanya mempertemukan tiga tim dalam satu grup, setiap pertandingan menjadi hidup-mati. Indonesia membawa bekal berharga dari pertemuan terakhir mereka dengan Arab Saudi. Pada bulan November 2024 di Jakarta,Skuad Garuda mencetak sejarah dengan kemenangan 2â0, hasil pertama sepanjang 14 pertemuan. Gol-gol Egy Maulana Vikri dan Jay Idzes kala itu menjadi simbol kebangkitan dan kebanggaan. Kini, di kandang lawan, Kluivert berusaha mengulang keajaiban itu.
âKami tahu pertandingan ini akan sangat berat. Tapi kami percaya semangat dan disiplin para pemain. Persiapan memang singkat, tapi semangat mereka luar biasa. Kami datang bukan untuk bertahan, tapi untuk bersaing,â ujar Patrick Kluivert dalam jumpa pers pra-pertandingan.
Kluivert yang baru menangani Indonesia sejak Januari lalu sadar, inilah ujian terbesar dalam karir kepelatihannya. Mantan striker Barcelona dan timnas Belanda itu ingin menjadikan skuad Garuda bukan sekadar penggembira di kualifikasi, tetapi tim yang disegani. âKami akan bermain dengan hati, demi kebanggaan bangsa,â jelasnya.
Di sisi lain, pelatih Arab Saudi, Herve Renard, menolak meremehkan lawannya. âKami tidak lupa apa yang terjadi di Jakarta,â ucap Renard, mengacu pada kekalahan 0â2 tahun lalu. âIndonesia punya energi besar, cepat dalam transisi, dan berani menyerang. Kami harus bermain lebih efisien dan disiplin untuk menghindari kejutan kedua,â tambahnya.
Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah seluruh laga Grup B, jelas diunggulkan. Mereka adalah tim langganan Piala Dunia dan tampil dua edisi terakhir, 2018 di Russia dan 2022 di Qatar. Namun, mereka juga datang dengan beban ekspektasi besar setelah tampil inkonsisten di babak sebelumnya.
Sementara itu, Indonesia harus menghadapi kenyataan kehilangan penyerang tajam Ole Romeny akibat cedera kaki. Absennya pemain Oxford United itu membuka peluang bagi Ramadhan Sananta untuk menjadi ujung tombak. Di lini tengah dan belakang, Skuad Garuda akan mengandalkan Jay Idzes (Sassuolo) sebagai kapten, Calvin Verdonk (Lille) di sektor kiri.
Arab Saudi diprediksi menurunkan skuad terbaiknya, dengan Salem Al-Dawsari sebagai pengatur serangan, serta duet Firas Al-Buraikan dan Saleh Al-Shehri di lini depan. Kiper utama mereka, Nawaf Al-Aqidi (Al-Nassr), akan menjadi benteng terakhir.
Pengamat sepak bola nasional, Rony Pangemanan, menilai laga ini bukan sekadar ujian taktik, melainkan ujian karakter. âKluivert datang membawa mentalitas Eropa ke tubuh timnas. Tapi melawan Arab Saudi di Jeddah, di hadapan puluhan ribu suporter fanatik, akan sangat berbeda. Ini soal mental baja,â ujarnya.
Menurut Rony, hasil di Jakarta tahun lalu memang memberi suntikan moral, namun laga tandang ini menuntut konsentrasi dan disiplin berlapis. âArab Saudi pasti ingin membalas kekalahan itu. Tapi jika Indonesia bisa menjaga tempo, bertahan dengan struktur rapi, dan mencuri momen dari serangan balik. Peluang mencuri poin tetap terbuka,â jelas Rony.
Tantangan Netralitas
Keputusan AFC menunjuk Arab Saudi sebagai tuan rumah Grup B menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari media. Situasidinilai hal itu mengurangi unsur netralitas kompetisi. Namun, bagi Kluivert, situasi ini justru menjadi bahan motivasi. âKami akan bermain di kandang lawan, tapi semangat kami tetap sama. Kami mewakili 280 juta rakyat Indonesia. Itu motivasi yang jauh lebih besar,â ujarnya tegas.
Kualifikasi kali ini memiliki arti khusus bagi Indonesia. Sejak merdeka pada tahun 1945, belum sekalipun Skuad Garuda tampil di putaran final Piala Dunia. Kini, dengan sistem 48 tim peserta, peluang itu terbuka lebih lebar dari sebelumnya.
Enam negara Asia: Jepang, Korea Selatan, Iran, Uzbekistan, Australia, dan Yordania,sudah lebih dulu memastikan tiket. Dua tiket tersisa akan diperebutkan di antara enam tim, termasuk Indonesia.
- Timnas Indonesia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Banjir Rendam Kota Bengkulu, BPBD Catat 2.688 Keluarga Terdampak
-
Prabowo Terbang ke Moskow Temui Putin, Misi Amankan Stok Minyak Indonesia dari Krisis Dunia?
-
Indonesia Vs Mozambik: Berapa Prediksi Skornya?
-
Sompo Indonesia menyelenggarakan rangkaian event bertema kesehatan dan kesejahteraan
-
Harga Avtur Naik, Menhub Tegaskan Tarif Pesawat Dijaga Demi Daya Beli dan Industri Penerbangan
-
BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu, Warga Diminta Waspada Karhutla
-
Air Minum Harus Terjangkau Warga Miskin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.