PSSI Tak Perlu Puja-puji FIFA, tak Pernah Membela Indonesia. Protes Wasit Dicuekin
Selasa, 07 Okt 2025, 12:43 WIBJAKARTA â Selama ini PSSI terlalu puja-puji merasa dekat dengan FIFA. Buktinya kasus horror mematikan di Kanjuruan, Timnas tak dihukum. Tak perlu dirahasiakan, ini tidak mungkin terjadi kalau Indonesia (PSSI) tidak memberi upeti yang sangat besar kepada Presiden FIFA. Nasib Indonesia tak pernah dibela FIFA, apalagi AFC.Â
Protes wasit yang memimpin Indonesia melawan Arab dari Kuwait, tak digubris FIFA atau AFC. Instagram resmi The Asean Football yang kerap mengabarkan berita-berita sepak bola di Asia Tenggara melaporkan bahwa FIFA dan AFC menolak protes PSSI terhadap wasit asal Kuwait Ahmed Al-Ali yang dijadwalkan memimpin laga timnas Indonesia melawan Arab Saudi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
PSSI, sebelumnya melayangkan protes kepada FIFA dan AFC untuk mengganti wasit di pertandingan itu karena berasal dari negara regional yang sama seperti Arab Saudi. Protes ini dilakukan karena PSSI khawatir penunjukan wasit ini akan membuat jalannya laga tidak adil dan berat sebelah.
âFIFA dan AFC secara resmi menolak usulan PSSI untuk mengganti wasit Kuwait Ahmad Al-Ali dengan wasit netral untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Putaran 4 Asia antara Arab Saudi dan Indonesia pada 8 Oktober 2025,â tulis The ASEAN Football, Selasa.
Nantinya, Al-Ali akan memimpin laga timnas Indonesia untuk kedua kalinya setelah pada Juni 2021, saat tim Garuda menelan kekalahan 0-4 dari Vietnam dalam laga putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022. âWasit Ahmed Al-Ali sebelumnya pernah memimpin pertandingan Indonesia saat kalah 0-4 dari Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022,â tambah The ASEAN Football.
Selain Ahmed Al-Ali sebagai wasit utama, ada lima wasit lainnya yang berasal dari Kuwait. Mereka Abdul Hadi Al-Anzi sebagai asisten wasit 1 dan Ahmed Abbas sebagai asisten wasit 2. Ammar Ashkanani ditunjuk sebagai wasit keempat atau wasit cadangan, sementara Abdullah Jamali bertugas sebagai wasit Video Assistant Referee (VAR) dan Abdullah Al-Kandari sebagai asisten wasit VAR.
Pada 16 September, Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap wasit yang memimpin pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi bukan dari regional yang sama, termasuk dari Timur Tengah. Ia ingin wasit dari tempat yang lebih netral, seperti dari Australia, Jepang, atau bahkan dari Eropa.
Sementara itu, salah satu pemain timnas Indonesia Jordi Amat berharap wasit yang memimpin pertandingan nanti dapat berlaku adil. âSaya harap wasitnya akan adil. Saya percaya kepada FIFA. Mari berharap kami dapat bermain bagus. Ini semua mengenai performa. Kita berharap bahwa kami, Indonesia, dapat bermain lebih baik daripada mereka dan kami dapat lolos ke Piala Dunia,â tutur Jordi pada pekan lalu.
Adapun, masih berkaitan dengan Kuwait, negara Timur Tengah ini sebelumnya juga mendadak membatalkan uji coba tanpa alasan yang jelas dengan Indonesia di Surabaya yang semestinya berlangsung pada 5 September. Namun, beberapa hari kemudian mereka melakukan uji tanding melawan Suriah di Qatar pada 8 September, yang berakhir 2-2.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Sekolah Hak Kekayaan Intelektual di Bangli, Sungguh Sebuah Inovasi
-
Estonia Sebut Russia Tak Punya Rencana Menyerang Kawasan Baltik
-
Hasil Liga Eropa: AS Roma Menang Telak 3-0 dari Celtic Berkat Dua Gol Evan Ferguson
-
Tujuan Aceh dan Medan, Ditjen Hubdat Lepas Keberangkatan Mudik Gratis
-
Langkah Portugal ke Piala Dunia Tertunda setelah Ditahan Hungaria 2-2
-
Antisipasi Dampak Krisis Global, Beberapa Fraksi Parpol DPR Dukung Opsi Prabowo Kurangi Gaji Pejabat
-
Puskas Award, Menunggu Kemenangan Rizky Ridho
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.