Bukan VAR! Pierluigi Collina Beberkan Sistem FVS, Solusi Canggih untuk Liga Minim Dana

Selasa, 07 Okt 2025, 20:24 WIB

JAKARTA - Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa sistem Football Video Support (FVS) bukanlah bentuk modifikasi dari Video Assistant Referee (VAR). Menurutnya, FVS merupakan sistem berbeda yang dirancang untuk memberikan solusi teknologi terjangkau bagi liga-liga dengan keterbatasan infrastruktur.

Dalam laporan resmi FIFA pada Selasa, Collina menjelaskan bahwa tujuan utama FVS adalah memperluas akses terhadap teknologi perwasitan di seluruh dunia. “FVS tidak boleh dianggap sebagai VAR atau versi modifikasinya, karena sistem ini tidak melibatkan pejabat video yang memantau setiap insiden,” kata Collina. “Kami sangat terdorong oleh hasil awal dan berharap teknologi ini dapat membantu asosiasi anggota mendapatkan manfaat nyata.”

Ket. Foto: Arsip - Ketua Komisi Wasit Federasi sepak bola dunia (FIFA) Pierluigi Collina menghadiri pemberian tanda Bintang Jasa Pratama kepada Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11). — Sumber: ANTARA/Hafidz Mubarak A

Berbeda dari VAR yang membutuhkan banyak kamera, ruang kontrol canggih, serta tim wasit video profesional, FVS hadir dengan struktur yang jauh lebih sederhana. Sistem ini memungkinkan wasit meninjau keputusan krusial hanya menggunakan satu atau dua kamera yang tersedia di stadion.

Proses peninjauan keputusan dilakukan atas permintaan pelatih kepala atau pejabat tim, menggunakan gerakan dan kartu khusus untuk meminta review. Mekanisme ini dirancang agar tetap menjaga ritme pertandingan, sekaligus membantu wasit memperbaiki kesalahan jelas dalam situasi penting seperti gol, penalti, atau kartu merah langsung.

FVS menjadi bagian dari visi FIFA dalam menciptakan sistem perwasitan yang lebih inklusif dan adil di seluruh level kompetisi. Teknologi ini membuka peluang bagi federasi-federasi kecil maupun liga amatir untuk memanfaatkan bantuan video tanpa harus memenuhi standar teknis tinggi seperti VAR.

Langkah tersebut juga memperkuat misi FIFA dan IFAB untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap keputusan wasit, khususnya di kompetisi yang selama ini belum memiliki dukungan teknologi sama sekali. Dengan demikian, FVS diharapkan dapat menjadi jembatan menuju profesionalisme yang lebih tinggi di dunia sepak bola.

Dengan biaya operasional rendah, kemudahan adaptasi, serta efektivitas dalam membantu pengambilan keputusan penting, FIFA menilai FVS berpotensi menjadi standar baru bagi kompetisi non-elite di masa depan—mewujudkan keadilan di lapangan bagi semua level permainan.

  • fifa
  • var
  • pierluigi collina
  • fvs
  • football video support

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.