• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bangunan Berwarna Tanah, J...

Bangunan Berwarna Tanah, Jejak Arsitektur Pueblo dan Spanyol

Rabu, 30 Sep 2026, 07:12 WIB

JIKA suatu hari Anda berkesempatan menyusuri jalan-jalan tua Santa Fe atau Taos, ada satu hal yang kemungkinan besar menarik perhatian: hampir seluruh bangunan di sana seolah memiliki warna yang sama dengan tanah di sekitarnya.

Dinding-dinding berwarna cokelat kemerahan, bentuk bangunan yang rendah, sudut-sudut yang membulat, atap datar, serta balok kayu yang menyembul dari dinding membuat kota-kota di New Mexico tampil begitu unik dan berbeda dari kebanyakan kota lain di Amerika Serikat.

Ket. Foto: Kapel San Miguel. — Sumber: Domain publik

Sekilas, semuanya terlihat seperti bagian dari sebuah konsep desain buatan yang sengaja diseragamkan. Namun, warna dan bentuk khas tersebut sebenarnya menyimpan sejarah yang jauh lebih panjang dan mendalam.

Di balik dinding berwarna tanah itu terdapat kisah tentang ketangguhan masyarakat Pueblo, kedatangan bangsa Spanyol, adaptasi cerdas terhadap lingkungan gurun, dinamika perdagangan, masuknya pengaruh Amerika Serikat, hingga kebangkitan kembali arsitektur tradisional pada abad ke-20.

Salah satu unsur paling esensial dari lanskap arsitektur ini adalah adobe, sebuah material bangunan tradisional yang terbuat dari campuran tanah liat, air, dan bahan organik seperti jerami. Di New Mexico, adobe bukan sekadar bahan konstruksi, melainkan manifestasi dari hubungan erat antara manusia, alam, dan sejarah kawasan tersebut.

Tanah Menjadi Bahan Utama

Kata adobe mungkin sekilas mengingatkan kita pada rumah-rumah sederhana di daerah gurun yang gersang. Namun, teknik memanfaatkan tanah sebagai material utama bangunan sebenarnya memiliki sejarah panjang yang ditemukan di berbagai belahan dunia.

Di New Mexico, tradisi tersebut berakar kuat dalam kebudayaan masyarakat Pueblo. Jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, masyarakat Pueblo telah membangun permukiman permanen dengan memanfaatkan material yang tersedia secara melimpah di lingkungan sekitar.

Proses pembuatannya tampak sederhana jika dilihat dari bahan bakunya, tetapi menuntut keterampilan tersendiri. Tanah harus dipersiapkan secara cermat, dicampur dengan air serta bahan pengikat seperti jerami, lalu dicetak menjadi bata atau langsung diaplikasikan sebagai massa dinding. Setelah dikeringkan di bawah terik matahari, material tersebut berubah menjadi struktur yang sangat kokoh untuk menopang bangunan.

Santa Fe dan Evolusi Identitas Arsitektur

Jika Anda ingin menyaksikan bagaimana arsitektur adobe bertransformasi menjadi identitas sebuah kota modern, Santa Fe adalah destinasi terbaik. Kota ini didirikan pada 1610 dan memiliki sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan kolonial Spanyol, era Meksiko, hingga bergabung dengan Amerika Serikat.

Salah satu landmark paling bersejarah di kota ini adalah Palace of the Governors, gedung pusat pemerintahan yang selama berabad-abad menjadi pusat kendali politik di wilayah tersebut. Bangunan bergaya Spanish-Pueblo ini telah mengalami berbagai renovasi dan penyesuaian fungsi seiring bergantinya kekuasaan.

Pada suatu periode sejarah, elemen-elemen arsitektur bergaya Victoria sempat ditambahkan pada bangunan tersebut, sebelum akhirnya dibongkar kembali demi mengembalikan karakter kolonial aslinya. Perjalanan panjang Palace of the Governors menyampaikan satu pesan penting: arsitektur New Mexico tidak pernah berada dalam kondisi statis, melainkan terus hidup dan beradaptasi mengikuti dinamika zaman. hay

  • New Mexico AS

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.