Presiden Klub Real Madrid Florentino Perez Dipanggil Pengadilan Terkait Pernyataan tentang Barcelona

Rabu, 30 Sep 2026, 07:00 WIB

MADRID — Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dan Barcelona akan menghadiri sidang mediasi di pengadilan Madrid pada tanggal 25 November 2026 terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan klub Catalan tersebut terhadap Perez.

Sidang yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.40 waktu setempat itu merupakan tahapan awal sebelum Barcelona memutuskan apakah akan melanjutkan perkara ke jalur pidana. Pengadilan Madrid menetapkan agenda tersebut setelah Barcelona mengajukan permohonan mediasi pada Juni lalu.

Ket. Foto: Presiden Klub Real Madrid Florentino Perez. — Sumber: Real Madrid

Perselisihan bermula dari pernyataan Perez pada Mei lalu yang menyinggung kasus Negreira. Dalam pernyataannya, Perez menuduh Barcelona memperoleh keuntungan dari keputusan wasit dan mempertanyakan proses pembayaran yang dilakukan klub tersebut kepada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil ketua komite wasit Spanyol.

Barcelona kemudian mengambil langkah hukum pada 12 Juni 2026. Klub tersebut meminta Perez menarik kembali pernyataan yang mereka anggap tidak benar, merugikan, dan merusak citra serta reputasi Barcelona. Jika proses mediasi tidak menghasilkan penyelesaian, Barcelona menyatakan akan mengajukan pengaduan pidana terhadap Perez.

Kasus Negreira berkaitan dengan pembayaran yang disebut mencapai sekitar 7 juta euro selama hampir dua dekade oleh Barcelona kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan Negreira.

Pengadilan Spanyol masih menyelidiki apakah pembayaran tersebut dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan kompetitif dalam pertandingan. Barcelona membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan pembayaran itu berkaitan dengan laporan serta analisis mengenai wasit.

Pada 2024, pengadilan juga menolak dakwaan suap terhadap Barcelona dalam perkara tersebut.

Perez kemudian melontarkan kritik keras terhadap kasus tersebut dalam konferensi pers pada 12 Mei.

"Ini adalah kasus korupsi paling serius dalam sepak bola," ujar Perez. "Kami tidak pernah membayangkan Barcelona memberikan uang kepada pimpinan wasit."

Perez juga mengaitkan persoalan tersebut dengan perolehan gelar Real Madrid. Ia mengklaim klubnya seharusnya memiliki lebih banyak gelar La Liga jika tidak dirugikan oleh keputusan-keputusan yang menurutnya tidak menguntungkan Madrid.

"Saya telah memenangkan tujuh gelar liga. Saya bisa saja memenangkan dua kali lebih banyak. Yang lainnya dicuri dari saya," kata Perez.

Barcelona menilai pernyataan tersebut telah melampaui kritik olahraga dan merugikan reputasi klub. Karena itu, mereka menempuh mekanisme mediasi sebelum mengajukan laporan pidana atas dugaan calumnias, atau tuduhan palsu yang dalam hukum Spanyol berkaitan dengan pencemaran nama baik melalui tuduhan melakukan tindak pidana.

Agenda pada 25 November bukan merupakan persidangan untuk menentukan apakah tuduhan Perez benar atau salah. Tahap tersebut merupakan proses rekonsiliasi yang memberikan kesempatan kepada kedua pihak untuk menyelesaikan perselisihan sebelum kemungkinan perkara pidana dilanjutkan.

Jika tidak tercapai kesepakatan, Barcelona telah menyatakan akan mempertimbangkan langkah berikutnya melalui jalur pidana.

Dengan demikian, perseteruan Real Madrid dan Barcelona kini tidak hanya berlangsung di lapangan. Perselisihan mengenai kasus Negreira dan pernyataan Perez telah berkembang menjadi sengketa hukum yang akan memasuki babak baru di pengadilan Madrid pada November mendatang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.