Banyak Tantangan Menuju Kota Global

Selasa, 07 Okt 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Cita-cita Jakarta menuju kota global tidaklah mudah karena menghadapi banyak tantangan. Dalam perjalanan menuju kota global, Jakarta menghadapi tantangan perubahan iklim yang kompleks.

“Tantangan mulai dari ketergantungan energi dan rendahnya pemanfaatan energi terbarukan. Kemudian, ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan,” jelas Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Dia mengatakan ini saat menerima kunjungan Centre for Liveable Cities of Singapore, di Jakarta, Senin (6/10).

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Senin (6/10). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Pramono mengapresiasi lembaga tersebut yang menjadikan Jakarta sebagai bagian dari kegiatan 15th Leaders in Urban Governance Programme 2025. Menurut Pramono tantangan-tantangan tersebut justru menjadi peluang untuk mengembangkan energi bersih, mendorong elektrifikasi transportasi, serta memperluas penerapan standar bangunan hijau.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan menumbuhkan inovasi, sekaligus memperkuat daya saing kota.Menurutnya, Jakarta dan Singapura menghadapi tantangan serupa sebagai kota besar yang tumbuh pesat. Tantangan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan Jakarta layak huni, berkelanjutan, dan tangguh bagi generasi kini maupun mendatang.

Pramono menargetkan Jakarta masuk dalam 50 kota terbaik dunia pada tahun 2030 serta menjadi bagian dari 20 besar tahun 2045. Ambisi ini tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari aspek keberlanjutan, ketahanan, dan inklusivitas. Pemprov berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030. Targetnya, lebih ambisius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sampai 50 persen, serta mewujudkan net zero emission tahun 2050.

Target 

Gubernur Pramono juga menjelaskan sejumlah target ke depan. Di antaranya, mengubah seluruh armada Transjakarta dengan bus listrik. Langkah ini untuk menekan emisi sektor transportasi. Pemprov juga mendesain ulang jalan kota agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda demi mobilitas yang aman dan berkelanjutan.

“Transformasi Jakarta juga meluas ke wilayah sekitarnya,” tambahnya. Sistem Bus Rapid Transit (BRT) kini memperluas jangkauannya hingga kawasan Jabodetabek. Tujuannya, untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan, dan mendorong mobilitas perkotaan berkelanjutan lintas batas kota. Selain itu, Pemprov juga membangun fasilitas waste-to-energy guna menekan emisi metana dari tempat pembuangan akhir.

Kemudian, melakukan retrofitting bangunan publik agar lebih hemat energi, serta memperluas ruang terbuka hijau. Salah satu contohnya, revitalisasi Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan yang kini terintegrasi langsung dengan jaringan transportasi publik.

Maka dari itu, Jakarta telah membuka lima taman yang beroperasi selama 24 jam. Kelimanya adalah Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. “Upaya ini menjadi langkah nyata dalam memperluas ruang hijau kota,” tandas Pramono.

Selain tantangan, ada juga capaian-capaian. Dia menyebut, bus listrik untuk seluruh armada Transjakarta pada tahun 2030. Pemprovmendorong pertanian kota, mengolah sampah menjadi energi terbarukan, dan melakukan restorasi mangrove untuk meningkatkan serapan karbon. “Melalui inovasi tersebut, diharapkan Jakarta mampu mengubah tantangan iklim menjadi sumber pertumbuhan dan ketahanan kota,” tukas Gubernur.

Sebagai informasi, melalui kolaborasi dengan C40 Cities Finance Facility (CFF), Jakarta telah mengimplementasikan uji coba 100 bus listrik tahun 2019, serta menjalankan program Hospitals Improvement for Green and Just Recovery. Program ini mencakup pemasangan panel surya di atap dan peningkatan efisiensi energi 28 rumah sakit milik pemerintah kota. Tujuannya,guna menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain itu, Jakarta turut berpartisipasi dalam program Climate Action Implementation yang diinisiasi oleh C40 untuk mempercepat aksi mitigasi perubahan iklim dan transisi menuju energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.

  • Jakarta Kota Global

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.