Wali Kota Singkawang Ajak Masyarakat Wujudkan Kota Ramah Anak untuk Generasi Emas 2045

Minggu, 05 Okt 2025, 17:47 WIB

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif mewujudkan daerah setempat sebagai kota ramah anak sebagai bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Anak-anak adalah bintang-bintang Singkawang. Tugas kita bersama adalah menyediakan panggung agar mereka dapat bersinar dengan cahayanya masing-masing,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci pada kegiatan bincang wicara bertema "Setiap Anak Cerdas dan Berharga" yang digelar di salah satu hotel di Singkawang, Minggu.

Ket. Foto: Tjhai Chui Mie dorong partisipasi aktif warga Singkawang dalam membangun kota ramah anak untuk masa depan Indonesia. — Sumber: Antara Foto

Ia menjelaskan setiap anak memiliki potensi dan keunikan yang harus dihargai.

Oleh karena itu, ia mengatakan pentingnya dukungan dari lingkungan keluarga, sekolah, serta masyarakat dalam membangun ekosistem yang aman dan sehat untuk tumbuh kembang anak secara optimal.

Ia mengatakan komitmen mewujudkan Singkawang sebagai kota ramah anak sejalan dengan visi pembangunan "Singkawang Maju, Atraktif, dan Berkelanjutan 2025–2030" yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

Sebagai wujud nyata, Pemerintah Kota Singkawang memperkuat berbagai program yang berpihak pada anak, di antaranya program Orang Tua Asuh Anak Stunting, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebijakan pendidikan dan pelayanan publik yang ramah anak.

Dia mengharapkan program-program tersebut memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.

Ia menjelaskan upaya membangun generasi masa depan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah.

Akan tetapi, katanya, orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung anak-anak Singkawang berkembang sesuai potensi masing-masing.

“Peran kita semua sangat penting. Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh bahagia, belajar dengan aman, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya,” ucapnya.

Melalui semangat kolaborasi lintas sektor, dia berharap, Singkawang dapat menjadi kota yang ramah bagi anak dan tempat di mana mereka merasa aman, dihargai, dan diberdayakan.

“Jika anak-anak kita tumbuh dengan baik hari ini, maka masa depan Singkawang dan Indonesia akan bersinar terang menuju Generasi Emas 2045."

Wali Kota apresiasi program bedah rumah TCM peduli kasih

Wali Kota Singkawang, Kalbar Tjhui Chui Mie mengapresiasi program bedah rumah yang digagas oleh yayasan TCM (Tali Cahaya Mutiara) Peduli Kasih di kota setempat.

Wali Kota juga terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Singkawang, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan TCM Peduli Kasih dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Program ini sangat berarti karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yaitu tempat tinggal yang layak,” ujarnya, Minggu.

Tjhai Chui Mie juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan TCM Peduli Kasih yang menargetkan pembangunan 100 unit rumah layak huni dalam satu tahun. Ia menilai, program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan gotong royong lintas elemen masyarakat dalam membantu sesama.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sosial secara berkelanjutan.

“Sinergi ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kepedulian, gotong royong, dan partisipasi aktif semua pihak,” katanya.

Wali kota berharap, program bedah rumah tersebut dapat terus berlanjut dan menginspirasi komunitas atau lembaga sosial lainnya untuk melakukan kegiatan serupa. Ia menekankan bahwa rumah yang layak huni bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan martabat warga.

Sementara itu, untuk program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kota setempat dari pemerintah sudah berjalan 80persen di tahun ini.

"Hingga September 2025, ada sebanyak 36 dari 45 unit RTLH yang bersumber dari APBD Kota telah selesai dibangun," kata Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Singkawang, Awang Dicko Mahendra.

Dia mengatakan, pembangunan RTLH menjadi prioritas pemerintah daerah dalam mendukung masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak. Selain melalui APBD Kota, Singkawang juga mendapat dukungan program serupa dari pemerintah provinsi dan pusat.

Tahun ini, 10 unit RTLH dialokasikan melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat dan 25 unit lainnya bersumber dari APBN.

Dicko mengungkapkan, beberapa kendala kerap ditemui di lapangan. Diantaranya status kepemilikan tanah, keterbatasan tenaga tukang, serta sulitnya mendapatkan material bangunan.

“Masalah biasanya terkait kepemilikan tanah. Ada yang masih tanah warisan atau bukan atas nama pribadi, sehingga membutuhkan persetujuan pihak keluarga. Selain itu, ketersediaan tukang dan material juga menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Meski menghadapi hambatan, dia mengapresiasi partisipasi masyarakat yang ikut terlibat dalam pembangunan RTLH melalui semangat gotong royong.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.