- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Leo Sentil Dunia: “...
Paus Leo Sentil Dunia: “Buka Hati untuk Imigran, Jangan Biarkan Dingin dan Diskriminatif!”
Minggu, 05 Okt 2025, 19:00 WIBJAKARTA â Paus Leo menyerukan kepada 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia untuk menunjukkan kepedulian terhadap para imigran yang sering terpinggirkan. Dalam Misa di Lapangan Santo Petrus, Minggu (5/10/2025), ia menegaskan bahwa imigran tidak boleh diperlakukan dengan dingin atau dijauhkan karena stigma diskriminasi.
Paus Leo, yang dikenal sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, menyampaikan pesannya di hadapan ribuan peziarah yang hadir. Ia menekankan bahwa Gereja Katolik memiliki tanggung jawab moral untuk merangkul mereka yang mencari perlindungan dan kehidupan yang lebih baik.
âPara imigran tidak boleh diperlakukan dengan dinginnya ketidakpedulian atau stigma diskriminasi,â ujar Paus Leo dalam khotbahnya yang disambut tepuk tangan umat.
Ia menambahkan, semua umat Katolik dipanggil untuk membuka diri terhadap para migran. âKita harus membuka tangan dan hati kita bagi mereka, menyambut mereka sebagai saudara dan saudari, serta menjadi penghiburan dan harapan bagi mereka,â serunya.
Pidato ini muncul hanya beberapa hari setelah Paus Leo mengkritik keras kebijakan anti-imigrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataan pada 30 September lalu, ia mempertanyakan apakah kebijakan tersebut masih sejalan dengan ajaran pro-kehidupan yang dijunjung Gereja Katolik.
Komentar itu langsung memicu perdebatan di kalangan tokoh Katolik konservatif di AS yang menilai sikap Paus terlalu politis. Namun, banyak umat dan kelompok kemanusiaan justru memuji keberanian Paus Leo karena menegaskan nilai kasih dan solidaritas universal.
Dalam pesannya pada Minggu, Paus Leo menilai bahwa Gereja global sedang memasuki âera misionaris baruâ. Ia menyebut masa ini sebagai momentum bagi Gereja untuk menegakkan kembali semangat kasih, keramahtamahan, dan solidaritas terhadap mereka yang terpinggirkan.
âGereja ditugaskan untuk menawarkan keramahtamahan dan sambutan, kasih sayang dan solidaritas kepada para migran yang melarikan diri dari kekerasan atau mencari tempat tinggal yang aman,â kata Paus Leo.
Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran para imigran harus dipandang sebagai kesempatan, bukan ancaman. âDalam komunitas dengan tradisi Kristen kuno, seperti di Barat, kehadiran saudara-saudari dari belahan dunia Selatan hendaknya disambut sebagai sebuah kesempatan yang memperbarui wajah Gereja,â ujarnya.
Paus Leo terpilih pada bulan Mei untuk menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang wafat setelah memimpin Gereja Katolik selama lebih dari satu dekade. Berbeda dari pendahulunya yang dikenal spontan dan vokal terhadap isu politik global, Paus Leo dikenal lebih tenang dan berhati-hati dalam menyampaikan pesan.
Namun dalam kesempatan kali ini, ia berbicara dengan nada tegas namun penuh empati. Pidato tersebut dibacakan berdasarkan teks yang telah disiapkan, menandakan kehati-hatiannya dalam menjaga pesan moral Gereja di tengah situasi politik yang sensitif.
Acara Misa tersebut merupakan bagian dari perayaan tahun suci Gereja Katolik yang dikhususkan bagi para migran. Vatikan mencatat, lebih dari 10.000 peziarah dari sekitar 95 negara menghadiri acara itu untuk berdoa bersama dan memperkuat semangat solidaritas lintas bangsa.
Seruan Paus Leo menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang semakin tertutup dan terpecah, nilai kemanusiaan tetap harus diutamakan. Gereja, katanya, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah bagi semua orang yang mencari kasih, penerimaan, dan harapan.
- Imigran
- Kota Vatikan
- Paus Leo XIV
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Paus Leo Mengecam Ancaman yang Tidak Dapat Diterima terhadap Penduduk Iran
-
Acosta Rebut Juara Sprint Pembuka MotoGP Thailand, Marquez Terkena Penalti
-
Bupati Jember Siapkan Skema WFH untuk ASN Dukung Efisiensi Energi
-
2.000 ASN Akan Dilatih Jadi Komcad di Pusdikkes-Kodam Jaya
-
Paus Leo XIV Serukan Harmoni dan Perdamaian Dunia pada Malam Paskah
-
Korut akan Pilih Delegasi untuk Majelis Rakyat Tertinggi
-
Paus Leo XIV Kecam “Delusi Omnipoten" yang Memicu Perang di Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.