Tak Ada Tanda Kehidupan di Bawah Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Tim Evakuasi Mulai Gunakan Alat Berat
Jumat, 03 Okt 2025, 10:05 WIBJAKARTA - Tim penyelamat akan melanjutkan proses evakuasi jenazah setelah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny empat lantai di Sidoarjo, Jawa Timur, yang runtuh pada Senin (29/9).
"Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. Oleh karena itu, tim SAR memutuskan untuk melanjutkan proses evakuasi jenazah dengan alat berat," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/10).
Suharyanto mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, saat menemui keluarga korban yang menunggu nasib kerabat mereka di luar lokasi kecelakaan. Lebih dari 50 korban masih belum diketahui keberadaannya.
Usai kunjungan Menteri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, pihak keluarga korban sepakat upaya pencarian korban harus terus dilanjutkan dan menerima apapun hasilnya.
"Keluarga korban menyetujui dan meminta kami untuk melanjutkan operasi SAR dengan alat berat," ujarnya, seraya menambahkan bahwa keluarga telah menandatangani pernyataan dukungan tertulis.
Tim SAR gabungan pada Rabu malam (1/10) berhasil mengevakuasi tujuh korban lainnya dari bawah reruntuhan, lima di antaranya selamat dan dua lainnya tewas,.
Proses evakuasi korban hingga Rabu masih dilakukan secara manual, karena yang diutamakan pihaknya adalah keselamatan korban yang terjebak dan petugas tim penyelamat.
"Tim penyelamat mengutamakan kehati-hatian karena reruntuhan tidak stabil," kata Suharyanto.
Sementara itu, Kasubdit RDPO dan KMM Basarnas, Emi Freezer menjelaskan, karena keterbatasan cahaya dan jarak pandang serta demi keselamatan petugas di lokasi, proses evakuasi jenazah dengan alat berat akan dihentikan pada malam hari setiap harinya.
Ia juga mengungkapkan pihaknya telah melakukan penilaian pada tiga waktu berbeda sejak Rabu malam hingga Kamis pagi, dan semuanya tidak mendeteksi tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis malam, sebanyak 108 korban telah berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan sekolah, dengan rincian 73 orang telah dipulangkan dari rumah sakit dan 30 orang lainnya masih dalam perawatan medis.
Sementara itu, lima korban tewas, dan 58 lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
- Ponpes Ambruk
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pelari Agus Prayogo Merasa Ada Penurunan Performa Usai Asian Games 2023
-
Raja Charles Puji Kanada Negara "Kuat dan Bebas" di Tengah Ancaman Aneksasi Trump
-
Kiat Beri Dukungan untuk Kehamilan yang Aman Secara Emosional
-
BNPB: Korban Meninggal di Ponpes Al Khoziny Bertambah Jadi 14 Orang, Alat Berat Terus Dikerahkan
-
Apa Alasan Persib Bandung Mendukung 11 Pemain Asing
-
Pemerintah telah salurkan belanja bansos Rp48,8 triliun per Mei 2025
-
Pakar Teknik Sipil Sarankan Bentuk Tim Investigasi Selidiki Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.