Gauff Desak Grand Slam Naikkan Jumlah Hadiah Uang Demi Masa Depan Tenis

Jumat, 03 Okt 2025, 09:15 WIB

BEIJING, TIONGKOK – Juara dua kali Grand Slam, Coco Gauff, kembali menyerukan agar empat turnamen terbesar tenis dunia memberikan hadiah uang lebih besar kepada para petenis. Ia menegaskan, langkah itu penting bukan hanya untuk generasi sekarang, melainkan demi keberlangsungan olahraga tenis di masa depan.

Gauff, yang saat ini menempati peringkat tiga dunia, termasuk dalam kelompok elit pemain yang mendorong pembagian pendapatan lebih adil, tambahan manfaat, serta suara lebih besar dalam pengelolaan Grand Slam. Pada Maret lalu, sebanyak 20 petenis menandatangani surat terbuka yang dikirimkan kepada para pimpinan empat Slam, berisi tuntutan kenaikan hadiah dan keterlibatan pemain dalam setiap keputusan yang berpengaruh terhadap mereka.

Ket. Foto: Coco Gauff — Sumber: AFP

Gerakan itu tidak berhenti di situ. Pada musim panas lalu, kelompok yang kabarnya tidak mencakup Novak Djokovic tersebut mengirimkan surat kedua. Kali ini, mereka menekankan permintaan agar turnamen-turnamen Grand Slam ikut menyumbang dana untuk kesejahteraan pemain, khususnya menyangkut jaminan pensiun serta dukungan bagi petenis yang mengambil cuti melahirkan.

“Untuk jangka panjang olahraga kami, dan bagi seluruh ekosistemnya, saya rasa ini sangat penting,” ujar Gauff usai memastikan tempat di semifinal China Open di Beijing, Kamis (2/10). “Pihak penyelenggara Slam memang sudah berdiskusi dengan kami di balik layar mencari solusi, tetapi saya tidak tahu kapan akan terealisasi.”

Para pemain berargumen bahwa porsi pendapatan yang mereka terima dari Grand Slam justru lebih kecil dibandingkan dari turnamen ATP dan WTA, meski empat turnamen utama itu meraup keuntungan jauh lebih besar. Selain itu, tur ATP dan WTA disebut telah menyumbang puluhan juta dolar setiap tahun untuk dana kesejahteraan pemain, sedangkan Slam tidak berkontribusi sama sekali.

Gauff menegaskan, perjuangan ini bukan sekadar menaikkan hadiah juara. “Kami ingin peningkatan itu menetes sampai ke pemain peringkat bawah,” katanya. “Yang kami inginkan adalah investasi lebih besar pada tur secara keseluruhan, tidak hanya pada hadiah, tetapi juga pada kesejahteraan pemain.”

Petenis asal Amerika Serikat itu mencontohkan betapa sulitnya kondisi para pemain di luar jajaran elit. “Pemain peringkat 200 dunia, bahkan 300, masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya,” tutur Gauff.

Ia pun realistis bahwa perubahan besar tidak serta merta terjadi dalam waktu dekat. “Saya tidak tahu apakah ini akan terwujud saat saya masih berkarier. Tapi saya ingin meninggalkan olahraga ini dalam keadaan lebih baik daripada saat saya menemukannya,” tandasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.