Agar Distribusi MBG Merata, Pemprov Kepri Susun Konsep Dapur SPPG Khusus di Pulau Kecil

Jumat, 03 Okt 2025, 10:45 WIB

TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah menyusun konsep dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus pulau-pulau kecil untuk pemerataan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.

“Distribusi pangan di pulau-pulau kecil tidak mudah, karena itu kita sedang menyusun konsep dapur SPPG khusus pulau kecil agar layanan lebih merata,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri Rika Azmi dalam rapat tindak lanjut pelaksanaan program MBG di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis.

Ket. Foto: Pemprov Kepri menggelar rapat tindak lanjut pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Kamis (2/10/2025). — Sumber: ANTARA

Rika menyebut ada sekitar 109 pulau kecil di Kepri yang menjadi target pembangunan dapur SPPG, tersebar Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna hingga Kabupaten Anambas, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang.

Sementara target penerima manfaat MBG di pulau-pulau tersebut sebanyak 51.540 jiwa, meliputi anak balita, anak sekolah, serta ibu hamil dan ibu menyusui.

Pembangunan dapur SPPG MBG di pulau-pulau kecil tetap menggunakan standar Badan Gizi Nasional (BGN).

"Konsepnya seperti apa, itu yang masih kita bahas, lalu baru diusulkan ke BGN," ujar Rika.

Selain itu, evaluasi serius juga dilakukan menyusul dugaan keracunan di Karimun dan Batam. Dua SPPG untuk sementara dihentikan sembari menunggu hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan dan BPOM.

“Prinsipnya, makanan yang diberikan harus sehat, aman dan bergizi,” katanya.

Untuk menjaga kualitas MBG, lanjut dia, Pemprov Kepri menyalurkan rapid test kit, memperkuat pengawasan pangan, menggandeng kelompok tani, hingga mewajibkan sekolah penerima manfaat menunjuk guru penanggung jawab distribusi dengan insentif harian Rp100 ribu.

Rika menambahkan realisasi pelaksanaan program MBG di Kepri hingga 29 September 2025 telah mencapai 52,23 persen atau 333.282 orang dari total sasaran 638.047 penerima manfaat.

Dari segi target, Batam menjadi daerah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni 376.294 orang, disusul Karimun 74.590 orang, dan Tanjungpinang 65.063 orang.

  • Dapur MBG

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

Berita Terbaru

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

BNPB: 14 Orang Meninggal Akibat Gempa M7,7 di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.