Sentimen Eksternal Dominan, 2 Oktober 2025

Kamis, 02 Okt 2025, 08:55 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan bergerak konsolidasi da­lam perdagangan di pasar uang antarbank, hari ini (2/10). Sentimen yang mempengaruhi rupiah bakal berasal dari global, terutama terkait penghentian sementara atau shut­down operasional pemerintahan di Amerika Serikat (AS).

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo melihat pergerakan rupiah akan menjadi pertarungan antara sentimen pelemahan dollar karena po­litik AS melawan data ekonomi AS yang menentukan arah kebijakan moneter The Fed. Pelaku pasar harus mewaspa­dai sentimen domestik dan juga melihat bagaimana imbal hasil obligasi AS bergerak sebagai indikator utama aliran modal di pasar global.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Sutopo memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (2/10), bergerak terbatas di kisaran 16.580 - 16.680 rupiah per dollar AS. Sebelumnya, nilai tukar rupiah terha­dap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (1/10) sore, menguat sebesar 30 poin atau 0,18 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.635 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva meng­ungkapkan penguatan rupiah dipengaruhi inflasi Indo­nesia yang tetap terkendali. “Penguatan ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan eksternal masih kuat, faktor do­mestik seperti inflasi yang tetap terkendali di 2,31 persen (year on year/ yoy) pada Agustus 2025, serta langkah Bank Indonesia memangkas BI-Rate ke 4,75 persen berhasil memberi sedikit ruang stabilitas,” ucapnya di Jakarta.

BPS mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month/ mtm) pada Sep­tember 2025. Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 108,74 pada September 2025.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.