Bupati Natuna Siapkan Sekolah Satu Atap di Desa Selaut, Solusi Pendidikan untuk Daerah Terpencil dan Minim Penduduk
Minggu, 21 Jun 2026, 17:20 WIBNatuna - Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Cen Sui Lan menilai konsep Sekolah Satu Atap dapat menjadi salah satu solusi untuk pemerataan pendidikan di daerah terpencil atau dengan jumlah penduduk minim.
Cen Sui Lan di Natuna, Ahad (21/6), mengatakan Sekolah Satu Atap merupakan model penyelenggaraan pendidikan yang mengintegrasikan dua jenjang pendidikan seperti sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dalam satu lokasi dengan pengelolaan terpadu.
"Kita lebih mengutamakan sekolah satu atap untuk wilayah-wilayah yang jumlah penduduknya sedikit," ucapnya.
Penerapan model tersebut, menurutnya, memungkinkan pemerintah menghemat biaya pembangunan gedung sekolah serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Salah satu daerah yang direncanakan menerapkan konsep tersebut adalah Desa Selaut, sebuah desa kepulauan yang terpisah dari ibu kota kabupaten maupun ibu kota Kecamatan Bunguran Barat sebagai wilayah administratifnya.
Saat ini, Desa Selaut hanya memiliki satu sekolah dasar, yakni SD Negeri 007 Selaut, dengan jumlah siswa di setiap rombongan belajar tidak mencapai 10 orang. Desa tersebut juga belum memiliki sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).
Akibatnya, setiap siswa yang lulus dari SD Negeri 007 Selaut harus melanjutkan pendidikan ke daerah lain dengan waktu tempuh perjalanan laut menggunakan kapal cepat lebih dari 30 menit.
Jika dibangun SMP, kata dia, akan menguras banyak anggaran, karena selain harus membangun gedung, biaya belanja pegawai juga akan menambah pengeluaran pemerintah, sebab akan ada penambahan kepala sekolah dan jajarannya.
"Jumlah siswa di SD Negeri Selaut juga tidak banyak, mungkin tidak sampai enam orang per kelas," ujar dia.
Ia menjelaskan pada tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Natuna berencana membuka satuan pendidikan jenjang SMP di Desa Selaut dengan memanfaatkan sementara gedung SD Negeri 007 Selaut hingga terdapat kebijakan lebih lanjut.
Menurut dia, kehadiran SMP di Desa Selaut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut yang dapat dihadapi pelajar saat berangkat ke sekolah. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat mencegah perpindahan penduduk karena alasan pendidikan anak.
"Kita khawatir setelah anak-anak menyelesaikan pendidikan dasar, mereka pindah bersama keluarganya. Kalau terus terjadi, lama-kelamaan desa ini bisa kosong," kata Cen Sui Lan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Penyaluran pil tambah darah untuk pelajar putri
-
Modifikasi Cuaca untuk Mencegah Cuaca Esktrem Kembali Dilakukan BPBD DKI
-
Kabar Baik dari Jambi, Insentif Kader Posyandu Resmi Naik Nyaris 3 Kali Lipat
-
Program MBG di Natuna Sajikan Rendang Sapi dan Paket Gizi Lengkap bagi Siswa dan Kelompok B3
-
Pelita Jaya Kembali Kalahkan RANS Simba 87-58
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.