Kemenkes Tepis Isu Mark Up Anggaran Alkes RSUD Krui Pesisir Barat
Minggu, 21 Jun 2026, 17:10 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menepis kabar yang beredar di media sosial (medsos) terkait isu penggelembungan atau mark up anggaran pengadaan untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui Pesisir Barat, Lampung.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (21/6), mengatakan bahwa RSUD tersebut menerima dukungan alkes senilai total Rp56,7 miliar.
"Yang dimaksud oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait dengan pengadaan senilai Rp30 miliar saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut adalah nilai total pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap 66 RSUD yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC), atau Quick Win," kata Aji.
Dia menjelaskan, masing-masing RSUD akan mendapatkan dukungan alkes canggih senilai lebih dari Rp 30 miliar dari program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN). Alat-alat tersebut termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lain-lain.
"RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp 31,7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk layanan HD," katanya.
Setiap RSUD akan mendapatkan bantuan alat kesehatan mendasar dengan kisaran Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar. Adapun RSUD Krui, katanya, mendapatkan bantuan sekitar Rp 25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.
"Sejumlah alat tersebut antara lain bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi," kata Aji.
Ada juga untuk bed ICU set, instrument general surgery, instrument sectio caesaria, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai alat penunjang pelayanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.
Aji berharap masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga.
Dia pun berharap penguatan RSUD Krui Pesisir Barat, Lampung dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sehingga masyarakat Pesisir Barat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap tanpa harus banyak dirujuk ke luar daerah.
- Kemenkes
- Tepis Isu Mark Up
- Anggaran Alkes RSUD Krui Pesisir Barat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Energi Biru Dipacu, NTB Percepat Pembangunan PLTAL Selat Alas
-
Harkitnas 2026: Jakarta Siap Terapkan Batasan Usia Bawah 16 Tahun Main Medsos
-
Jepang Gandeng Malaysia Perkuat Keamanan Maritim di Asia
-
Sompo Indonesia Siapkan Asuransi Mudik Lebaran
-
Viral Video Dugaan Pesta Gay, Karawang Theatre Night Mart Ditutup Sementara
-
G7 Kurangi Ketergantungan Pasokan Mineral dari Tiongkok
-
Prakiraan Cuaca BMKG Sebagian Besar Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Senin Malam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.