Kampung Nelayan Merah Putih: Proyek Pesisir yang Katanya Bikin Nelayan Makin Sejahtera

Kamis, 02 Okt 2025, 17:45 WIB

JAKARTA – Pembangunan kawasan nelayan pesisir itu nggak bisa cuma dilihat dari sisi infrastruktur pelabuhan atau tempat pelelangan ikan aja, tapi juga harus nyentuh kesejahteraan masyarakatnya.

Nelayan butuh akses ke teknologi tangkap yang lebih modern, fasilitas penyimpanan hasil laut biar nggak cepat rusak, dan jalur distribusi yang efisien supaya harga jual tetap bagus.

Ket. Foto: Arsip foto - Foto udara kampung warna warni di Kelurahan Tondonggue, Kecamatan Nambo, Kendari, Sulawesi Tenggara. — Sumber: ANTARA FOTO/Andry Denisah

Di sisi lain, aspek lingkungan juga penting: jangan sampai pembangunan bikin ekosistem laut terganggu karena justru itu sumber penghidupan mereka.

Bisa dibilang pembangunan kawasan pesisir idealnya jadi paket lengkap—ada ekonomi yang naik, lingkungan tetap terjaga, dan nelayan punya ruang untuk hidup lebih layak serta berdaya saing.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) memberi dampak positif bagi nelayan pesisir, mulai peningkatan kesejahteraan hingga penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana KNMP sekaligus Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Trian Yunanda mengatakan KKP telah mengumumkan 65 lokasi pembangunan tahap pertama Program KNMP.

"Program ini sebagai langkah konkret pemerintah pusat memajukan wilayah pesisir Indonesia," kata Trian dalam keterangan di Jakarta, Kamis (2/10).

Dia menyebutkan dari total 65 lokasi tahap pertama tahun 2025, dua di antaranya berada di Provinsi Bengkulu, yakni Desa Penago I, Kabupaten Seluma, dan Desa Merpas, Kabupaten Kaur.

Trian mengaku dirinya bersama sejumlah jajaran KKP telah mengunjungi Bengkulu yang menjadi lokasi Program KNMP.

Peninjauan untuk memastikan kesiapan masyarakat, dukungan pemerintah daerah, dan keberlanjutan program.

"KNMP tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat. Kami ingin memastikan program ini memberi dampak nyata bagi kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Seluma, Teddy Rahman menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program ini.

Dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur memadai, Kampung Nelayan Merah Putih diyakini menjadi model pengembangan kampung nelayan yang ramah lingkungan.

“Program ini adalah langkah nyata mewujudkan kawasan pesisir yang maju dan berdaya saing,” kata Teddy.

Implementasi Program KNMP di Desa Penago I dengan alokasi anggaran sekitar Rp20,6 miliar, diproyeksikan mampu meningkatkan produksi perikanan setempat, sehingga menjadi sentra industri perikanan baru di Kabupaten Seluma.

Desa-desa nelayan lain dapat mengirimkan hasil perikanan ke Desa Penago I, dan sebaliknya desa-desa tadi akan mendapat pasokan es untuk perbekalan melaut.

Selain infrastruktur perikanan, Program KNMP juga mencakup pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan sarana rantai dingin dan penangkapan ikan modern.

Tujuannya, agar nelayan mampu mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Selain dua lokasi yang telah ditetapkan dalam program pembangunan tahap I KNMP, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara menjadi lokasi lain di Bengkulu yang potensial masuk tahap II pembangunan. Kawasan terluar Indonesia di wilayah Samudera Hindia ini memiliki potensi perikanan yang melimpah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Fitriyansyah menyatakan kesiapan daerah dalam mendukung Program KNMP.

“Untuk persyaratan administrasi, Alhamdulillah sudah lengkap. Kami siap mendukung penuh agar pembangunan KNMP di Enggano bisa berjalan lancar nantinya,” kata Fitriyansyah.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan bertahap.

Tahun ini KKP menargetkan 100 kampung dengan pembangunan tahap I sebanyak 65 lokasi yang telah ditetapkan melalui Kepmen KP Nomor 55 Tahun 2025.

Program KNMP untuk mentransformasi produktivitas kampung nelayan menjadi lebih modern dan berdaya saing, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

  • Kampung Nelayan Merah Putih

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.