Sekolah Rakyat Jadi Solusi Pemerintah Putus Rantai Kemiskinan di Garut
Rabu, 01 Okt 2025, 11:11 WIBBupati Garut, Jawa Barat, Abdusy Syakur Amin menyampaikan program pemerintah pusat mendirikan Sekolah Rakyat dengan siswanya dari keluarga miskin di wilayah itu diyakini dapat memutus rantai kemiskinan karena dengan pendidikan ada harapan meraih masa depan yang baik.
"Ini adalah peluang yang baik sekali untuk membantu mengurangi kemiskinan di Garut," kata Bupati Abdusy Syukur saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa Sekolah Rakyat di Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Selasa.
Ia menuturkan Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan besar untuk memberikan pelayanan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat miskin dengan baik.
Presiden melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, kata dia, salah satu ingin pendidikan yang baik bagi masyarakat.
"Harus ada yang diputus, caranya membuka akses tadi (pendidikan)," katanya.
Ia menjelaskan kebijakan pemerintah pusat itu sejalan dengan hasil penelitian tentang peran pendidikan yang dapat memutus rantai kemiskinan masyarakat, karena selama ini faktor kemiskinan indikatornya akibat keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan akses ekonomi.
Bupati berharap anak-anak dari Garut yang mendapatkan kesempatan mengikuti program pendidikan di Sekolah Rakyat dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meraih masa depan yang cemerlang.
"Ini salah satu cara, saya sangat bersemangat untuk mendorong adanya Sekolah Rakyat di Garut," katanya.
Bentuk dukungan pemkab terhadap program tersebut, pihaknya mengalokasikan anggaran Rp12 miliar untuk penyediaan lahan Sekolah Rakyat di Garut.
Pelaksanaan Sekolah Rakyat di BLK itu, kata dia, bersifat permulaan, selanjutnya nanti disiapkan lahan seluas tujuh hektare dan akan dilakukan pembangunan fisik maupun penunjang lainnya oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, Sekolah Rakyat sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yakni memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi.
"Program ini dipilih memang untuk anak putus sekolah, Sekolah Rakyat ini agar tidak putus sekolah," katanya.
Sementara itu program Sekolah Rakyat di Garut saat ini diikuti sebanyak 75 orang terdiri dari 25 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMP.
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Demi Menunjang Pembelajaran Digital, Siswa Sekolah Rakyat Blora Dibekali Laptop
-
Prabowo Kunjungi Jepang, Perkuat Kerja Sama Strategis dari Perdagangan hingga Teknologi
-
Cuaca Jakarta Hari Ini, Sebagian Besar Wilayah Diprediksi Cerah
-
Tips Memilih Roti Sehat: Fokus pada Serat dan Bahan Alami
-
Dinsos Kabupaten Lebak: Minat Anak untuk Sekolah Rakyat di Lebak Cukup Tinggi
-
Menembus Batas Diagnostik: Bagaimana Cloud dan AI Mempercepat Solusi Penyakit Langka
-
PLN UP3 Meulaboh Bangun Jaringan Listrik Baru untuk Huntara di Desa Lawet Aceh Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.