Komnas HAM Turun Tangan Usai Kasus Keracunan MBG Merebak
Selasa, 30 Sep 2025, 17:58 WIBJAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyiapkan tim untuk meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya dugaan kasus keracunan di berbagai daerah. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menegaskan pemerintah perlu segera mengevaluasi tata kelola agar hak atas pangan dan gizi masyarakat benar-benar terpenuhi secara layak, terjangkau, dan berkelanjutan.
"Terkait soal MBG kami sedang mempersiapkan satu tim untuk juga melakukan penyelidikan, karena kami berharap tentu ini tidak meluas," kata Anis Hidayah dalam diskusi "Nexus Tiga Krisis Planet" di Jakarta pada Selasa
"Kasus-kasus ini diharapkan bisa mendorong pemerintah untuk melakukan suatu evaluasi dan perbaikan baik dari sisi tata kelola maupun ketersediaan pangan yang layak dan bergizi bagi masyarakat," tambahnya.
Dia mengingatkan dalam pemenuhan hak pangan dan gizi perlu memperhatikan sejumlah prinsip HAM yang seharusnya menjadi dimensi sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah.
Salah satu prinsip yang perlu diperhatikan adalah kelayakan, berkaca dari laporan dugaan keracunan makanan akibat mengonsumsi MBG di sejumlah wilayah.
"Saya kira dari aspek prinsip-prinsip kelayakan itu kurang terpenuhi," tuturnya.
Tidak hanya itu, perlu juga perhatian dalam aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan.
Dia mengingatkan bahwa terdapat tanggung jawab negara untuk memastikan pemenuhan hak atas pangan dan gizi bagi masyarakat. Dengan kewajiban untuk memastikan permohonan, perlindungan, dan pemenuhan terkait seluruh aspek kelayakan, ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan.
Tidak hanya negara, jelasnya, pemangku kepentingan lain termasuk dunia usaha memiliki keterikatan untuk memenuhi prinsip HAM, dengan pemenuhannya masih menghadapi sejumlah isu.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menonaktifkan sementara 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari imbas kasus keracunan MBG di sejumlah lokasi.
BGN pada awal pekan lalu menyampaikan dalam periode Januari-September 2025, tercatat 70 insiden keamanan pangan, termasuk insiden keracunan, dengan 5.914 penerima MBG terdampak.
Dari 70 kasus itu, sembilan kasus dengan 1.307 korban terjadi di wilayah I Sumatera. Kemudian, di wilayah II Pulau Jawa terdapat 41 kasus dengan 3.610 penerima MBG terdampak dan di wilayah III yaitu di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara ada 20 kasus dengan 997 penerima MBG terdampak.
- makan bergizi gratis
- komnas ham
- keracunan mbg
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Lenovo Hadirkan Yoga Pro 27UD-10 di Indonesia, Monitor OLED dengan Kamera 4K untuk Kreator Konten
-
KLH Segel Lahan 1.500 Hektare di Kalimantan Barat Terkait Karhutla
-
Polisi Selidiki Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, Diduga Ada Unsur Kesengajaan?
-
Video Kaget Erling Haaland Ternyata Buatan AI
-
Pelayanan Publik Kota Amboon Terus Ditingkatkan
-
Sambut HUT RI, Uniqlo Hadirkan Penawaran Khusus untuk Koleksi LifeWear
-
Hadapi Singapura, Herdman Jangan Lagi Coba-coba
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.