Jepang-Tiongkok-Korsel Jalin Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim Global

Selasa, 30 Sep 2025, 01:00 WIB

Tokyo - Menteri lingkungan hidup dari Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan pada Minggu (28/9), sepakat untuk bekerja sama untuk mengatasi perubahan iklim dengan mengadopsi rencana aksi bersama untuk lima tahun ke depan, menurut pernyataan bersama.

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Lingkungan Hidup Jepang Keiichiro Asao mengatakan dalam pertemuan trilateral di Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok, bahwa Jepang dapat berkontribusi dengan menyediakan data emisi gas rumah kaca secara transparan melalui teknologi pengukuran yang memanfaatkan satelitnya.

Menteri Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok Huang Runqiu berjanji akan "mendorong kerja sama internasional" dalam menghadapi keengganan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengatasi perubahan iklim dan kebijakan sepihak yang diambil oleh pemerintahannya.

Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan Kim Sung Hwan menekankan perlunya transisi untuk mewujudkan masyarakat yang mengupayakan dekarbonisasi.

Ket. Foto: Ombak menerjang saat Topan Super Ragasa mendekati kawasan permukiman Heng Fa Chuen di Hong Kong belum lama ini. — Sumber: Leung Man Hei/AFP

Ketiga negara menyusun rencana aksi bersama yang mencakup delapan bidang prioritas dalam lima tahun sejak 2026, termasuk menanggulangi sampah plastik.

Ketiga negara secara bergantian menjadi tuan rumah pertemuan setiap tahun sejak 1999, kecuali pada 2020 selama pandemi Covid-19.

Rencana tersebut memuat serangkaian kegiatan kerja sama yang berfokus pada delapan bidang prioritas, yang akan menjadi landasan kokoh bagi kerja sama lingkungan trilateral selama lima tahun ke depan, ungkap Menteri Ekologi dan Lingkungan Tiongkok Huang Runqiu dalam Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup Tripartit ke-26 (26th Tripartite Environment Ministers Meeting/TEMM25) antara Tiongkok, Jepang, dan Korsel yang diselenggarakan di Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok timur.

Otoritas lingkungan hidup dari ketiga negara telah memperkuat kerja sama praktis untuk bersama-sama menangani berbagai tantangan lingkungan regional maupun global, ujarnya, seraya menjelaskan bahwa ketiga negara telah melaksanakan tiga tahap dari rencana tersebut, dan berhasil mencapai hasil nyata dalam pengendalian polusi udara, pencegahan badai pasir, serta pengelolaan lingkungan terkait bahan kimia.

Huang menambahkan bahwa penguatan kerja sama lingkungan, mendorong pengembangan hijau regional, dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan masyarakat sejalan dengan kepentingan bersama ketiga negara. Dia juga menyatakan bahwa Tiongkok bersedia bekerja sama dengan dua negara lainnya untuk meningkatkan kolaborasi lingkungan trilateral ke level yang lebih tinggi.

Perjanjian Paris

Sepuluh tahun Perjanjian Paris diperingati pada momen penting bagi tata kelola iklim global. Di tengah meningkatnya berbagai tantangan iklim dan melemahnya komitmen dari beberapa perekonomian besar.

Tiongkok mengambil langkah maju dengan tekad-tekad baru dan aksi-aksi konkret yang memperkuat kepercayaan, membangun konsensus, dan menyuntikkan momentum baru ke dalam aksi multilateral.

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan video yang disampaikan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2025 yang diselenggarakan di New York City pada Rabu (24/9), Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan untuk memperkokoh keyakinan, memenuhi tanggung jawab, dan memperkuat kerja sama.

Tiongkok, sebagai salah satu penggerak utama sekaligus praktisi aktif Perjanjian Paris, tetap teguh dalam keyakinan dan tegas dalam tindakan-tindakannya terkait tata kelola iklim.

  • Krisis Iklim Global

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.