Bupati Lebak: Pendidikan di Sekolah Rakyat Bentuk Karakter Anak Bangsa
Selasa, 30 Sep 2025, 16:45 WIBLebak - Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki menegaskan program Sekolah Rakyat dapat mencetak generasi cerdas dan berkarakter serta mandiri, sehingga siap menghadapi masa depan.
"Kita menilai program Sekolah Rakyat bisa meningkatkan sumber daya manusia dan kedepannya bisa menghapus kemiskinan ekstrem maupun berkurang kemiskinan," kata Hasbi saat peresmian Sekolah Rakyat 36 jenjang SD dan SMP di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Selasa (30/9).
Peserta didik Sekolah Rakyat 36 Kabupaten Lebak sebanyak 100 orang, terdiri dari Sekolah Rakyat Dasar (SD) 25 orang dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 75 orang.
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi harapan baru bagi siswa dari keluarga tidak mampu ekonomi dapat melanjutkan pendidikan dengan baik.
Mereka siswa yang diterima di Sekolah Rakyat itu benar-benar dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan hasil rekomendasi Kementerian Sosial.
Program Sekolah Rakyat tentu sejalan dengan program pemerintah daerah untuk percepatan pengendalian kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tahun 2025.
Selama ini, jumlah kemiskinan di Kabupaten Lebak berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menurun dari 111.000 jiwa, kini menjadi 105.000 jiwa, namun kemiskinan ekstrem cukup tinggi hingga mencapai 17.094 jiwa.
Karena itu, Sekolah Rakyat di bawah naungan Kementerian Sosial dapat mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri dan memiliki masa depan yang baik, sehingga dapat menghapus kemiskinan ekstrem maupun berkurang kemiskinan.
"Saya kira program Sekolah Rakyat sangat mulia dan tenaga guru dan siswa dijamin oleh Kemensos dan bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi," katanya menjelaskan.
Menurut dia, Sekolah Rakyat 36 bertempat di Gedung BLK milik pemerintah daerah sangat layak dan aman untuk proses kegiatan belajar mengajar.
Sebab, sarana prasarana Gedung BLK memadai mulai ruangan belajar, ruangan tidur, ruangan makan hingga sarana olahraga.
Program Sekolah Rakyat tersebut berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kami berharap siswa Sekolah Rakyat 36 jenjang SD dan SMO bisa beradaptasi dengan Sekolah Berasrama (Boarding School)," katanya.
Sementara itu, sejumlah siswa Sekolah Rakyat 36 jenjang SRMP mengatakan bahwa mereka merasa senang bisa diterima di sekolah rakyat itu dan akan belajar lebih serius karena semuanya serba gratis, bahkan mendapat makanan bergizi tiga kali dalam sehari.
"Kami berharap setelah lulus di sini bisa melanjutkan ke jenjang Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) hingga ke perguruan tinggi," kata Agwiyah,siswa SRMP warga Muncang Kabupaten Lebak sambil menyatakan cita-cita menjadi guru.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IIBF 2025 Hadirkan 500 Ribu Buku dan 150 Acara Literasi
-
Infrastruktur pengendali banjir di Kudus
-
Segera Cuci Luka Bila Digigit Hewan Penular Rabies
-
Chelsea Gagal Rebut Puncak Klasemen Liga Inggris, Ditahan Imbang Brentford
-
Davis Cup: Belgia Kejutkan Australia, Jerman dan Argentina Melaju ke Final
-
Bangka Tengah bangun gedung galeri seni budaya
-
OIKN Terus Bergerak untuk Wujudkan Kota Hutan Inklusif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.