Antam Siap Beli Emas dari Tambang Rakyat, Asalkan Legal
Selasa, 30 Sep 2025, 08:45 WIBJAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan siap membeli emas yang merupakan hasil dari tambang rakyat, selama penambangan rakyat dipastikan legal dan berjalan dengan baik.
âAntam pada dasarnya siap untuk menjadi offtaker (pembeli), selama itu (tambang rakyat) legal,â ucap Direktur Utama Antam Achmad Ardianto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, yang membidangi BUMN, di Senayan, Jakarta, Senin.
Akan tetapi, lanjut dia, sebagian besar tambang rakyat tidak bisa dikatakan legal, sebab sebagian besar dari kegiatan tersebut tidak berdasarkan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) maupun IPR (Izin Pertambangan Rakyat).
WPR adalah area yang ditetapkan oleh pemerintah untuk kegiatan penambangan skala kecil, sedangkan IPR adalah izin yang diberikan kepada perseorangan, kelompok masyarakat, atau koperasi untuk menambang di dalam wilayah WPR tersebut.
âTetapi, fakta menunjukkan bahwa masyarakat menambang emas untuk kehidupannya,â ucap Ardianto.
Tidak hanya persoalan landasan hukum, Ardianto juga menyampaikan terdapat kekhawatiran dari pemerintah daerah (pemda) setempat ihwal masalah lingkungan dari pertambangan rakyat tersebut.
âBegitu masifnya orang-orang yang perlu mendapatkan penghasilan dari menambang emas secara individu maupun korporasi, tapi di sisi lain pemda ketakutan dengan dampak lingkungannya,â ucap Ardianto.
Permasalahan tersebut menjadi tantangan tersendiri, sehingga Antam saat ini sedang berusaha mencari skema yang paling tepat.
Ia menyampaikan bahwa perusahaan pelat merah itu telah membantu sejumlah provinsi untuk memastikan agar pelaksanaan penambangan rakyat bisa berjalan dengan baik, salah satunya dengan membantu mendesain konsep hingga pembuatan pilot project (proyek uji coba).
âHarapannya, kalau ini berhasil, ini bisa dilakukan. Komisi VI juga mungkin bisa dibuat bahwa WPR-WPR yang ada selama ini ada bisa dikuatkan pelaksanaannya. Dipastikan bahwa Antam juga siap menjadi offtaker-nya,â tutur Ardianto.
Sebelumnya, Ardianto mengungkapkan tambang emas milik Antam yang berlokasi di Pongkor, Jawa Barat, hanya bisa memproduksi 1 ton emas dalam satu tahun.
Sedangkan, realisasi penjualan emas Antam pada 2024 berada di angka 43 ton. Tahun ini, Antam menargetkan penjualan emas mencapai 45 ton.
Ketimpangan produksi emas Antam dengan permintaan emas menyebabkan Ardianto mengimpor emas kurang lebih 30 ton dari Singapura dan Australia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Detroit Pistons Tumbangkan Indiana Pacers 133-121
-
Stroke Penyebab Kematian Tertinggi, Kenali Gejala FAST dan Golden Period Penanganan Stroke
-
Program ESG Antam dalam Peringatan Hari Sungai Sedunia Melalui Program Kolaborasi Urban Farming
-
Kekurangan Dana, PBB Pangkas 25% Pasukan Penjaga Perdamaian di Seluruh Dunia
-
Presiden Prabowo Ajak Ulama dan Ormas Islam Bahas Ketahanan Nasional dan Konflik Global
-
Mulai Tayang 23 April, Film Horor "Songko" Angkat Legenda Masyarakat Minahasa
-
Kreatif Banget! Pemuda Lumajang Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.