Yogyakarta Gelar LGPDW 2025: Promosi Potensi Desa Wisata di Kulon Progo
Senin, 29 Sep 2025, 10:22 WIBBadan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, DIY menggelar Lomba Gelar Potensi Desa Wisata (LGPDW) 2025 sebagai upaya mendorong desa wisata di wilayah tersebut untuk meningkatkan promosi pariwisata.
"Secara potensi dan pengelolaan desa wisata, di Kulon Progo sudah banyak yang bagus, tetapi untuk teknik promosinya masih banyak yang harus dibenahi," kata Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY dan Ketua Tim Yuri LGPDW GKR Bendara di sela kegiatan tersebut di Kulon Progo, Minggu.
Menurut dia, konsep penilaian pada LGPDW 2025 lebih difokuskan pada bagaimana desa wisata melaksanakan promosi pariwisata, seperti penilaian video promosi, promosi pariwisata melalui table top, promosi melalui pameran.
Namun demikian, kata dia, seperti pembuatan video promosi pariwisata, masih perlu ditingkatkan karena banyak yang masih terjebak pada video dokumenter belum video promosi. kemudian secara konten masih banyak yang belum mengangkat keunikan masing masing desa wisatanya.
"Videonya juga harus ditingkatkan dengan resolusi yang tinggi, informasiâinformasi yang diberikan harus lengkap dengan mencakup rute, tarif, contact person dan lain sebagainya," katanya.
Pada puncak LGPDW 2025 yang dilaksanakan di Pantai Congot Kulon Progo telah diumumkan lima besar terbaik desa wisata, secara berurutan yaitu Desa Wisata Sidorejo, Desa Wisata Banjarasri, Desa Wisata Gulurejo, Desa Wisata Widosari, Desa Wisata Glagah.
Kemudian untuk tiga besar terbaik kategori "Asah Terampil Desa Wisata" terbaik pertama Desa Wisata Sendangsari, kedua Desa Wisata Sukoreno, dan ketiga Desa Wisata Gerbosari.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan bahwa lomba desa wisata tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pariwisata Kulon Progo.
"Dengan adanya lomba ini Pariwisata Kulon Progo semakin berkembang dan terus maju, semakin hebat, bisa percaya diri dengan kearifan lokal yang dimiliki sehingga mampu bersaing di kancah lokal, nasional dan internasional," katanya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman mengatakan sesuai arahan GKR Bendara, lomba tersebut mempertemukan perwakilan desa wisata dengan biro travel agen, serta melibatkan lima juri akademisi yang kompeten untuk menilai konten yang dikirim para peserta.
"Juri telah memilih lima desa wisata terbaik berdasarkan konten video yang dikirim dengan bobot nilai 40 persen, dan mencakup seluruh layanan dan pameran desa wisata yang diberikan," katanya.
Sebelumnya, ada sebanyak 28 desa wisata ikut berkompetisi dalam Lomba Gelar Potensi Desa Wisata Kulon Progo 2025. Gelaran ini diharap dapat mengoptimalkan potensi wisata desa, sehingga desa bisa bersaing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Banjir menerjang delapan kecamatan di Jember
-
Ekonomi 2026 Disetel Kencang, Prabowo Bidik Target Pertumbuhan di 5,4 Persen
-
Desa Wisata Naik Kelas, Komisi VII DPR Ungkap Kunci Suksesnya Ada di Kearifan Lokal!
-
Anomali Iklim Picu Lonjakan Wabah Chikungunya di Dunia
-
Pelestarian Bahasa Ibu di Kaltim, Kemendikdasmen Gandeng Komunitas Literasi
-
Pemkot Tangsel Berlakukan Status Tanggap Darurat Sampah
-
Beri Efek Jera, Dishub Jaksel Cabut Pentil dan Angkut 20 Kendaraan Parkir Liar di Pancoran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.