Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Topan Bualoi Mengamuk di Vietnam, 12 Tewas dan 17 Nelayan Hilang

📅 Senin, 29 Sep 2025, 17:24 WIB | Oleh:
Topan Bualoi Mengamuk di Vietnam, 12 Tewas dan 17 Nelayan Hilang Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Pepohonan roboh akibat badai tropis Bualoi di Provinsi Masbate, Filipina, 26 September 2025. Pemerintah setempat mencatat empat tewas dalam badai Bualoi yang terus melanda Filipina setelah tiba pada Kamis, menurut Kantor Pertahanan Sipil, Jumat.

ANKARA - Topan Bualoi menerjang wilayah utara-tengah Vietnam pada Senin (29/9) dini hari, menewaskan sedikitnya 12 orang dan menyebabkan 17 nelayan hilang. Ribuan warga dievakuasi, sementara otoritas cuaca memperingatkan ancaman banjir dan longsor masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Sembilan korban jiwa dilaporkan di provinsi Ninh Binh utara, sementara tiga korban lainnya berada di kota Thanh Hoa, Hue, dan Da Nang, lapor media lokal VnExpress.

Sekitar 17 nelayan hilang setelah tiga kapal nelayan hilang kontak.

Setidaknya satu orang dipastikan tewas setelah terjebak banjir di kota Hue, sementara 12 nelayan hilang setelah ombak besar menenggelamkan empat kapal nelayan di lepas pantai provinsi Quang Tri.

Badan Hidrometeorolgi Nasional memperingatkan bahwa meskipun badai telah mencapai daratan, risiko hujan lebat, banjir, dan tanah longsor masih sangat tinggi dalam beberapa hari mendatang.

Topan tersebut melanda Provinsi Nghe An pada pukul 08.00 waktu setempat dengan kecepatan angin maksimum melemah menjadi 88 kilometer per jam dari 117 kilometer per jam saat menghantam daratan.

Badan Cuaca Vietnam memperingatkan adanya risiko banjir yang meluas dari Thanh Hoa hingga Ha Tinh dan risiko tinggi banjir bandang dan tanah longsor di wilayah barat Provinsi Thanh Hoa, Nghe An, dan Ha Tinh.

Selain itu, ada kemungkinan banjir lokal di bagian selatan Delta Utara akibat dampak hujan deras dari badai tersebut.

Pihak berwenang telah mengevakuasi hampir 30.000 orang sebelum siklon datang, sementara ratusan penerbangan dibatalkan atau ditunda karena empat bandara di provinsi-provinsi tengah ditutup.

Perkembangan Bualoi, yang juga dikenal sebagai "badai No. 10", menunjukkan bahwa ini adalah badai dengan pergerakan tercepat yang pernah ada di Laut Timur.

Badai ini membutuhkan waktu sekitar dua hari, dari 26 hingga 28 September, untuk menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer, dan berdampak langsung pada daratan di wilayah utara dan tengah negara tersebut.

Tiga jam ke depan, tepatnya Senin malam, badai kemungkinan akan bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 20-25 kilometer (12-15 mil) per jam, bergerak ke arah daratan, kemudian secara bertahap melemah menjadi depresi tropis, lalu menjadi daerah bertekanan rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.