Timnas Indonesia Terancam Krisis Kiper
Senin, 29 Sep 2025, 07:50 WIBJAKARTA - Kabar kurang menggembirakan datang untuk Timnas Indonesia menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Emil Audero, salah satu kiper yang dipanggil pelatih Patrick Kluivert, mendadak batal tampil dalam laga Serie A antara Cremonese dan Como 1907, Sabtu (27/9) malam WIB.
Partai tersebut seharusnya menjadi ajang penting bagi Audero untuk menjaga kebugaran sekaligus ritme permainan sebelum bergabung bersama Skuad Garuda. Namun, rencana itu buyar. Menurut laporan media Italia, penjaga gawang berusia 27 tahun itu sempat mengikuti pemanasan bersama rekan-rekannya, tetapi tiba-tiba ditarik keluar sebelum laga dimulai. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai kondisi kebugarannya.
Absennya Audero menjadi perhatian serius karena Timnas Indonesia akan menghadapi dua laga krusial pada bulan Oktober 2025. Skuad Merah Putih dijadwalkan bertandang ke markas Arab Saudi pada tanggal 9 Oktober, lalu menjamu Irak tiga hari berselang. Kluivert sebelumnya memanggil 28 pemain untuk dua partai tersebut, termasuk tiga kiper: Maarten Paes, Emil Audero, dan Ernando Ari.
Namun, dua dari tiga nama kini dalam situasi meragukan. Paes hingga kini belum sepenuhnya pulih dari cedera dan belum sekalipun tampil bersama FC Dallas di MLS musim ini. Kondisi Audero kian mencemaskan karena belum ada kejelasan soal cedera yang membuatnya urung main kontra Como.
Football Italia melaporkan, Audero harus meninggalkan lapangan saat sesi pemanasan jelang kick-off. Belum ada detail resmi mengenai cederanya, namun absensi itu cukup membuat publik sepak bola Tanah Air khawatir. Jika Audero benar-benar bermasalah secara fisik, Kluivert hampir pasti menyiapkan Ernando Ari sebagai pilihan utama di bawah mistar.
Sementara itu, pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, menilai peluang Indonesia melawan Arab Saudi memang tidak sepenuhnya diunggulkan. Menurutnya, duel di hadapan publik tuan rumah akan sangat menantang. âKalau dilihat saat ini, peluang Indonesia sekitar 45 persen menghadapi Arab Saudi. Jelas berat karena mereka tuan rumah. Beda ceritanya jika bermain di tempat netral,â ujarnya.
Meski demikian, Aris menilai modal pertemuan sebelumnya tetap bisa menjadi suntikan semangat. Tahun lalu, Indonesia mampu menahan imbang 1-1 Arab Saudi di Jeddah, lalu menang 2-0 dalam pertemuan di Jakarta. âSekarang fokusnya pembenahan dan konsentrasi penuh di sisa persiapan. Tidak perlu terpengaruh psywar lawan,â tambahnya.
Dengan kondisi dua kiper utama yang dirundung tanda tanya, Timnas Indonesia menghadapi situasi sulit. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan berdiri di bawah mistar gawang bakal sangat menentukan langkah Skuad Garuda di dua laga penting bulan depan. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Hasil Liga Eropa: AS Roma Menang Telak 3-0 dari Celtic Berkat Dua Gol Evan Ferguson
-
Estonia Sebut Russia Tak Punya Rencana Menyerang Kawasan Baltik
-
Langkah Portugal ke Piala Dunia Tertunda setelah Ditahan Hungaria 2-2
-
Sekolah Hak Kekayaan Intelektual di Bangli, Sungguh Sebuah Inovasi
-
Puskas Award, Menunggu Kemenangan Rizky Ridho
-
Tujuan Aceh dan Medan, Ditjen Hubdat Lepas Keberangkatan Mudik Gratis
-
Antisipasi Dampak Krisis Global, Beberapa Fraksi Parpol DPR Dukung Opsi Prabowo Kurangi Gaji Pejabat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.