- Home
-
- Luar Negeri
-
- Seoul Isyaratkan Pertemuan...
Seoul Isyaratkan Pertemuan AS-Korut Tahun Ini
Senin, 29 Sep 2025, 02:40 WIBSEOUL - Pertemuan antara Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) di sela-sela KTT APEC tahun ini di Korea Selatan (Korsel) tidak dapat dikesampingkan. Hal itu dikemukakan seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Korsel.
Hubungan antara Pyongyang dan Washington DC telah berada dalam pembekuan mendalam sejak pertemuan puncak tingkat tinggi antara pemimpin Korut, Kim Jong-un, dan Presiden Donald Trump pada tahun 2019 gagal karena keringanan sanksi dan konsesi nuklir Pyongyang.
Sejak itu, Korut telah berulang kali mendeklarasikan dirinya sebagai negara nuklir yang tidak dapat diubah, meskipun Kim Jong-un baru-baru ini mengisyaratkan kesediaannya untuk membuka kembali dialog dengan Washington DC.
Seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan pada Jumat (26/9) di New York bahwa pembicaraan semacam itu dapat dilakukan di sela-sela Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), yang akan dimulai pada akhir Oktober.
"Kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan itu," kata pejabat itu ketika ditanya tentang prospektif pertemuan tersebut.
Trump diperkirakan akan menghadiri forum tersebut, yang akan berlangsung di Kota Gyeongju, Korsel.
Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, tidak memberikan rincian dimana pembicaraan AS-Korut mungkin terjadi.
Trump dan Kim Jong-un sebelumnya telah bertemu di Panmunjom, sebuah desa di zona demiliterisasi yang memisahkan Korut dan Korsel. Trump bertemu Kim tiga kali selama masa jabatan pertamanya, namun hubungan mereka memburuk setelah KTT 2019 di Hanoi, Vietnam, berantakan karena konsesi apa yang bersedia dibuat Pyongyang atas program nuklirnya.
Namun pada Agustus lalu Trump mengatakan bahwa ia berharap untuk bertemu pemimpin Korut lagi, mungkin tahun ini. Dan media pemerintah Korut yang mengutip pernyataan Kim Jong-un pekan lalu mengatakan bahwa ia memiliki "kenangan indah" tentang pemimpin AS dan terbuka untuk pembicaraan di masa depan jika Washington DC membatalkan tuntutannya agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.
Pada Sabtu (27/9), media resmi Korut mengatakan Kim Jong-un telah menegaskan kembali sikap invariabel negara itu dalam menjaga keamanan melalui kekuatan nuklirnya.
âKim Jong-un mengatakan kepemimpinan Korut akan memberikan prioritas utama untuk mendukung pengembangan nuklir,â lapor kantor berita KCNA.
Para analis menyatakan bahwa dengan dukungan dari Presiden Russia, Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Kim Jong-un diperkirakan akan memiliki pengaruh lebih besar dalam pembicaraan apa pun di masa depan dengan Trump.
"Kim Jong-un kini memposisikan dirinya bukan sebagai diktator yang terisolasi, namun sebagai pemangku kepentingan utama yang didukung oleh dua negara besar bersenjata nuklir," ucap Seong-Hyon Lee, seorang peneliti tamu dan rekanan di Harvard University Asia Center.
"Ini secara dramatis akan meningkatkan pengaruhnya dalam setiap negosiasi bilateral di masa depan," imbuh dia. AFP/I-1
- seoul tower
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.