Menbud Terima 28 Ribu Fosil Koleksi Dubois dari Belanda
Minggu, 28 Sep 2025, 21:57 WIBLEIDEN - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima 28 ribu fosil koleksi Dubois dari Pemerintah Belanda. Koleksi tersebut termasuk fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus.
Menbud menjelaskan bahwa koleksi tersebut ditemukan di Trinil pada tahun 1891â1892, dan menjadi rujukan penting bagi studi evolusi manusia. Sekaligus, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia.
"Hari ini kita menutup jurang sejarah dan memulihkan martabat pengetahuan yang lahir dari Trinil. Kepulangan Koleksi Dubois adalah bukti bahwa diplomasi budaya Indonesia bekerja dan kepemilikan sah NKRI diakui," kata Menbud Fadli dalam keterangannya, Sabtu (27/9).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemulangan ini sebagai pemulihan kedaulatan dan kemenangan strategis Indonesia. Khususnya, setelah lebih dari satu abad jejak pengetahuan tentang asal-usul manusia terpisah dari tanah kelahirannya.
Menbud menambahkan, kepulangan fosil tersebut menjadi gerbang terbukanya pintu ilmu pengetahuan dunia. "Indonesia kini berdiri sebagai subjek pengetahuan, bukan sekadar lokasi penemuan," ucap dia.
Sementara, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Gouke Moes, mengungkapkan bahwa pengembalian itu atas permintaan Pemerintah Indonesia. Pemerintah Belanda menyetujui permintaan itu atas saran dari Komite Koleksi Kolonial yang independen.
"Saran Komite didasarkan pada penelitian yang ekstensif dan menyeluruh. Kami akan menerapkan tingkat ketelitian yang sama dalam bekerja sama dengan Naturalis dan mitra kami di Indonesia," tutur dia.
Gouke menjelaskan bahwa koleksi tersebut merupakan sumber daya berharga yang berkontribusi pada pemahaman ilmiah tentang sejarah evolusi manusia. Benda-benda penting dalam koleksi Dubois, antara lain sebuah tempurung kepala, sebuah gigi geraham, dan sebuah tulang paha.
Pengembalian Koleksi Dubois menegaskan urgensi diplomasi budaya sebagai instrumen penting dalam pemulihan sejarah dan kedaulatan. Sekaligus, penguatan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Rapat Paripurna DPR Setujui Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas Prioritas 2026
-
Tiongkok-Myanmar Janji Tingkatkan Kerja Sama
-
Polres Dumai Riau Selamatkan 29 Calon PMI Ilegal Korban TPPO
-
Gandeng Brimob, KKP Teken Kerjasama Amankan Produk Perikanan dari Kontaminasi Radioaktif
-
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Belanda Pesta Gol 5-1 ke Gawang Swedia
-
Indonesia-Jepang Teken Pakta Pertahanan Bersama
-
Relawan SRI Selamatkan Warga Badui Digigit Ular, Dirujuk ke RSUD
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.