• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hati-hati Kolesterol Tingg...

Hati-hati Kolesterol Tinggi pada Orang Dewasa Muda, Berisiko Kena Penyakit Jantung!

Minggu, 28 Sep 2025, 15:50 WIB

Orang dewasa muda bisa terkena hiperkolesterolemia familial, suatu kondisi bawaan yang meningkatkan kadar kolesterol hingga ke titik ekstrem yang berbahaya. Jika tidak diobati dapat menyebabkan dampak negatif di kemudian hari.

Dalam beberapa tahun terakhir, kolesterol tinggi semakin umum terjadi, terutama di kalangan generasi muda. Ketika kadar kolesterol tinggi, terutama lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol "jahat", risiko terkena masalah kardiovaskular meningkat.

Ket. Foto: — Sumber: Health Site

Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, suatu kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis. Plak ini mempersempit arteri dan menghambat aliran darah, sehingga meningkatkan kemungkinan serangan jantung dan stroke.

Pada Hari Jantung Sedunia 2025, para ahli menyoroti penyebab kolesterol tinggi pada generasi muda dan cara mengatasinya.

Sepanjang 2022, kasus penyakit katastropik yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah penyakit jantung (15,5 juta kasus), kanker (3,2 juta kasus), stroke (2,5 juta kasus). 

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Terdapat peningkatan prevalensi serangan jantung pada usia kurang dari 40 tahun sebanyak 2% setiap tahunnya dari tahun 2000 sampai 2016.

"Kolesterol tinggi semakin banyak ditemukan pada populasi yang lebih muda, dan penyebabnya berkaitan dengan gaya hidup dan genetic,” kata Dr. Subhash Chandra, seorang kardiolog di India.

Ia menjelaskan, pola makan yang kaya lemak jenuh dari produk susu, daging merah, makanan cepat saji, dan makanan olahan secara signifikan memengaruhi kadar kolesterol.

“Dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak, situasinya semakin parah karena penurunan kolesterol baik (HDL) dan peningkatan kolesterol jahat (LDL)," ujarnya.

"Beberapa orang dewasa muda mungkin mengalami hiperkolesterolemia familial, suatu kondisi bawaan yang meningkatkan kadar kolesterol hingga ekstrem berbahaya. Jika tidak ditangani, dapat berdampak negatif di kemudian hari. Skrining dan tindakan pencegahan yang tepat diperlukan sejak dini," tambahnya.

Memiliki kadar kolesterol tinggi di masa muda meningkatkan risiko penyakit jantung seumur hidup, tetapi kabar baiknya, menerapkan kebiasaan sehat sejak dini dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung Anda selama beberapa dekade.

Pakar ini membagikan kiat-kiat menjaga kadar kolesterol sehat, seperti dilansir dari NDTV:

1. Makan dengan Benar

  • Batasi makanan yang digoreng, diproses, dan makanan cepat saji
  • Kurangi konsumsi daging merah dan produk susu berlemak penuh
  • Pilih buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan
  • Gunakan minyak sehat (zaitun, mustard, kacang tanah)

2. Berolahraga Secara Teratur

  • Lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit seminggu dengan aktivitas sedang (seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang), atau 75 menit seminggu dengan aktivitas berat.
  • Latihan kekuatan untuk kelompok otot besar harus dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.

3. Manajemen Berat Badan

Berapa pun jumlah penurunan berat badan akan mengurangi kolesterol dan tekanan darah.

4. Hindari Merokok dan Alkohol

  • Pemeriksaan dan pemantauan medis
  • Periksa profil kolesterol setiap 6-12 bulan jika sudah tinggi
  • Pantau tekanan darah, gula darah, dan ukuran pinggang - semuanya terkait dengan risiko jantung.

"Ketika kadar LDL (disebut "kolesterol jahat") tetap tinggi meskipun telah mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini, dokter mungkin akan merekomendasikan statin atau obat penurun lipid alternatif," jelas Dr. Chandra.

Beberapa Kebiasaan yang Sehat untuk Jantung

  • Tidur 7-8 jam setiap malam.
  • Kelola stres dengan yoga, meditasi, atau perhatian penuh.
  • Jangan abaikan masalah kesehatan seperti depresi, kecemasan, atau frustrasi, karena hal-hal ini dapat memengaruhi kesejahteraan emosional dan berkorelasi dengan kesehatan jantung yang buruk.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.