IPO Lighthouse Company, Jurus BEI Dongkrak Likuiditas Pasar Modal

Jumat, 26 Sep 2025, 20:20 WIB

JAKARTA – Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menilai bahwa Initial Public Offering (IPO) lighthouse company (perusahaan mercusuar) berpotensi signifikan dalam memperkuat pasar modal Indonesia.

Kehadiran perusahaan besar dan bereputasi tinggi tidak hanya meningkatkan kapitalisasi free float, tetapi juga mampu menarik likuiditas baru ke bursa.

Ket. Foto: Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia. — Sumber: Antara.

Investor institusi, baik domestik maupun asing, biasanya menjadikan IPO semacam ini sebagai momentum untuk masuk, sehingga berdampak pada peningkatan kedalaman pasar dan stabilitas perdagangan saham.

Dalam konteks jangka panjang, IPO lighthouse company juga bisa menjadi katalis bagi perusahaan lain untuk melantai di bursa, menciptakan efek domino positif terhadap pertumbuhan pasar modal nasional.

“Dengan masuknya perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menghadirkan aliran dana ke pasar modal Indonesia, yang pada akhirnya dapat mendukung likuiditas sekaligus dapat menciptakan kestabilan bagi pasar modal,” ujar Nyoman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (26/9).

Sepanjang tahun 2025, BEI mencatat terdapat lima lighthouse company yang telah melangsungkan IPO, di antaranya PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

“Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong kehadiran IPO skala besar yang diharapkan mampu memperkuat struktur pasar serta meningkatkan daya tarik bagi investor,” ujar Nyoman

BEI mendefinisikan aksi IPO lighthouse company sebagai penawaran umum perdana saham dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp3 triliun dan free float minimal 15 persen atau nilai free float sebesar Rp700 miliar.

Nyoman menjelaskan, BEI memiliki unit kerja khusus yang aktif melakukan pendampingan persiapan IPO terhadap perusahaan-perusahaan dengan skala besar, baik swasta maupun BUMN serta subsidiaries.

Adapun, pendampingan dalam bentuk go public coaching clinic, one-on-one meeting atau networking event antara lembaga profesi penunjang pasar modal dan pengusaha .

“Dengan tujuan untuk memberikan penjelasan mengenai persyaratan untuk dapat tercatat di Bursa, membantu mempermudah akses perusahaan kepada pemangku kepentingan di pasar modal untuk membantu proses persiapan IPO perusahaan,” ujar Nyoman.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.